"Gim pertama kami bermain sudah nyaman dan sesuai strategi. Namun, di gim kedua mereka mengubah pola permainan dan variasi main mereka jadi lebih banyak. Kami jadi tertekan terus dan sulit keluar dari tekanan," ujar Lintang melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Salsa menilai lawannya tampil tanpa beban sehingga mampu bermain lebih konsisten, sementara ia dan Lintang yang baru bergabung dengan pelatnas masih merasakan tekanan sehingga kesulitan keluar dari situasi pertandingan. "Evaluasi kami lebih fokus lagi dengan pola permainan dan lebih peka ke pola permainan di lapangan yang cepat berubah-ubah," katanya.
Lintang/Salsa menjalani debut di Kudus dengan tampil pada ajang HYDROPLUS Sirnas A Jateng 2026, Senin (4/5). Mereka "pulang kampung" dengan status sebagai pemain pelatnas setelah sekian lama memperkuat PB Djarum di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Lintang/Salsabila yang turun di kategori Ganda Campuran Dewasa bertanding melawan pasangan PB Djarum, Darren Aurelius/Priskila Venus Elsadai, yang juga rekan satu klub mereka. Lintang/Salsabila harus bertarung ketat tiga gim yang berakhir dengan skor 21-17, 18-21, 21-16.
Salsa mengaku antusias menjalani pengalaman pertamanya setelah bergabung di lingkungan baru dan ingin menunjukkan kualitas permainan terbaiknya.



