"Saya sudah berusaha agar bisa bermain all out, sebenarnya sudah berhasil ambil kemenangan di gim pertama, tetapi dari gim kedua ada perubahan pola main dari lawan dan kami terbawa pola permainan mereka," tutur Selsi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Selsi mengungkapkan, mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga pola permainan mereka mudah terbaca lawan. Selain itu, kecepatan permainan lawan juga membuat mereka tampil ragu-ragu sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Halifia menilai, ia dan Selsi tertinggal cukup jauh pada gim kedua sebelum berhasil mengejar ketertinggalan. Namun, pada poin-poin akhir mereka terlalu terburu-buru dan bernafsu untuk menyelesaikan pertandingan. "Di gim ketiga kami banyak tertekan lawan dan kami kurang siap," katanya.
"Ke depannya kami harus berbenah lagi untuk menjaga fokus di lapangan dan tidak mudah mati sendiri di bola-bola mudah," demikian Halifia.
Sebelumnya, ganda campuran pelatnas, Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia, juga tersisih di babak 15 besar, setelah kalah dari pasangan "gado-gado" asal Palapa dan PB. Power Rajawali Tangerang, M. Lutfi Khaidar/Medina Nazwa Yuniar. Mereka kalah tiga gim 21-13, 18-21, 16-21.
Lintang menilai dirinya dan pasangan sudah tampil nyaman serta mampu menjalankan strategi dengan baik pada gim pertama. Namun, pada gim kedua lawan mengubah pola permainan dengan variasi serangan yang lebih beragam sehingga mereka terus berada dalam tekanan dan kesulitan mengembangkan permainan.
Adapun Salsa menilai lawannya tampil tanpa beban sehingga mampu bermain lebih konsisten, sementara ia dan Lintang yang baru bergabung dengan pelatnas masih merasakan tekanan sehingga kesulitan keluar dari situasi pertandingan. "Evaluasi kami lebih fokus lagi dengan pola permainan dan lebih peka ke pola permainan di lapangan yang cepat berubah-ubah," katanya.



