"Masih dalam proses comeback di lapangan, ya. Pasti, kan, mencari adjustment-nya lagi. Aku juga penyesuaian, Rehan juga penyesuaian, dan itu butuh waktu," tutur Gloria kepada Djarum Badminton, ditemui di GOR Sudirman, Surabaya, pada akhir pekan lalu.
"Begitu juga dari segi pola permainan, mindset, semuanya berubah. Jadi perlu adjustment lagi," tambahnya.
Dalam laga final HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026, Rehan/Gloria mengatasi perlawanan pasangan satu klub yang juga unggulan pertama, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti 21-19, 25-23. Pada pertandingan tersebut, Rehan mengakui, rasa nyeri masih terasa pada lututnya. "Tadi masih agak sedikit ngilu tadi di set pertama, terakhir-terakhir itu agak sedikit ngilu," tuturnya.
"Tapi, ya, namanya juga orang abis cedera. Saya juga ini masih 70 persen, masih belum fully sepenuhnya, tapi nanti abis ini pasti bakal penguatan lagi, bakal latihan lagi, insya Allah nanti ke depannya bakal aman," Rehan, menambahkan.
Menilai penampilan perdana mereka, Gloria berpendapat, Rehan masih dalam proses beradaptasi dengan atmosfer pertandingan yang sempat hilang sejak Agustus tahun lalu, tepatnya setelah terakhir tampil bersama di perempat final Macau Open 2025. "Kita masih mencari vibes baru, begitu juga dengan Rehan, dengan harapan nanti bisa comeback di internasional. Karena pertandingan juga belum ada, kan, jadi kita coba di sini (Sirnas) dulu," jelasnya.
"Setelah event ini, mungkin ada Asia Tour, ya. Tapi kita belum tahu ke mananya, mungkin bisa ke Thailand, Singapura, atau Indonesia Open," Gloria, menambahkan.
Sepikiran dengan pasangannya, Rehan menyatakan, HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026 menjadi langkah awal dalam proses persiapannya sebelum kembali bersaing di level tertinggi, seperti yang pernah mereka jalani sebelumnya. "Yang penting kita persiapan aja dulu. Apalagi saya, harus lebih prepare dari semua segi," ujarnya.
Menanggapi hasil yang di Surabaya, Gloria menegaskan, mereka tidak ingin terbebani target, melainkan memilih menjaga suasana tetap positif dan menyenangkan. Ia juga menekankan pentingnya saling mendukung di dalam tim, termasuk saat menghadapi kondisi sulit, agar dapat tetap tampil maksimal. "Semua di tim juga harus support, Jadi negatifnya kita coba buang sedikit-sedikit," pungkasnya.


