Klik untuk informasi semua lapangan

Polytron Indonesia Open 2026 - Megah di Istora, Tiket Tetap Bersahabat

Jumpa pers Polytron Indonesia Open 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Jumpa pers Polytron Indonesia Open 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto menyatakan, turnamen Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung pada 2–7 Juni di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akan dikemas secara megah dan membanggakan. Selain itu, harga tiket yang disiapkan tetap bersahabat agar dapat dijangkau oleh para penggemar bulu tangkis Indonesia.

Budi menjelaskan, secara prinsip, sistem penjualan tiket dibagi menjadi tiga skema, yaitu presale yang memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mendapatkan harga lebih bersahabat, penjualan tiket harian, serta tiket terusan untuk periode hari tertentu.

"(Tiket) Presale ini memberikan kesempatan buat para penggemar bulu tangkis untuk mendapatkan harga tiket yang lebih bersahabat lagi," kata Budiharto kepada wartawan, dalam sesi jumpa pers rencana perhelatan Polytron Indonesia Open 2026, di Jakarta, pada pekan ini.

Harga tiket turnamen yang berlangsung pada 2-7 Juni ini dibanderol dengan harga mulai Rp40 ribu pada hari pembuka untuk kategori 3 (presale) hingga Rp150 ribu untuk kategori 1 (normal). Memasuki babak 16 besar (4 Juni), harga berkisar Rp80 ribu hingga Rp350 ribu.

Sementara itu, untuk babak delapan besar, (5 Juni), tiket dijual mulai Rp120 ribu hingga Rp500 ribu. Untuk semifinal (6 Juni), harga berada di rentang Rp200 ribu-Rp750 ribu, sedangkan untuk rangkaian laga final (7 Juni) dibanderol mulai Rp280 ribu hingga Rp850 ribu.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyatakan, kehadiran turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 di Tanah Air memberikan dampak yang sangat positif. Menurutnya, para atlet Indonesia memiliki peluang besar untuk memperoleh paparan, pengalaman bertanding, serta dukungan langsung dari publik Tanah Air. "Kami juga melihat turnamen ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing atlet Indonesia, baik dari sisi teknik, mental, maupun konsistensi performa di level internasional," katanya.

"Dukungan dari publik tentu akan menjadi energi bagi para atlet untuk memberikan performa terbaiknya," demikian Ricky.