Seusai pertandingan, kepada Djarum Badminton, Sarah menuturkan pertarungan ketat sudah berlangsung sejak gim pembuka hingga akhirnya ia harus mengakui keunggulan Salsabila. Ia mengaku sempat diliputi ketegangan sejak awal laga, yang membuatnya gagal mengunci kemenangan pada gim pertama. "Aku main terlalu terburu-buru," tuturnya.
Namun, adik kandung pebulu tangkis ganda putra Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dapat menguasai permainan di hampir sepanjang gim berikutnya, dan mampu memaksakan laga menuju gim ketiga.
Di gim penentu, Sarah unggul cukup jauh dalam perolehan poin pada paruh kedua gim ketiga saat skor 15-11. Namun, Salsabila mampu bangkit dan dapat menyamakan kedudukan 18-18. Di momen krusial, Sarah dapat tampil lebih tenang dan mengantongi dua match point, lalu memastikan tiket semifinal setelah memenangi gim ketiga dengan skor 21-18.
"Pas tadi terkejar di gim ketiga, Papa bilang, 'Ayo semangat. Udah delapan besar, selangkah lagi sampai semifinal.' Jadi saya tetap semangat di akhir tadi," Sarah, menirukan ujaran semangat dari sang ayah, Timothy Rambitan, yang mendampinginya dari bangku pelatih.
"Senang dengan kemenangan ini, buat acuan semangat. Kalau kata Papa, 'Masa kalah sama pelatnas, kan, sama-sama latihan, sama-sama makan nasi.' Jadi buat saya ya semangat aja dulu di lapangan, nggak ada yang tau, kan, misalnya rezeki pasti diberi menang," tambah Sarah, 23 tahun.
Di babak empat besar, Jumat (16/4), Sarah bertemu dengan tunggal putri pelatnas lainnya, Mayla Cahya Afilian Pratiwi. "Target saya memang semifinal, jadi besok saya mau main nothing to lose aja, main aja dulu, ngotot aja dulu," pungkasnya.



