Sirnas A Jatim 2026 digelar di tiga lokasi, yaitu GOR Sudirman sebagai lapangan utama, serta GOR Suryanaga dan GOR MERR sebagai lapangan pendamping. Sebagai seri pembuka Sirnas 2026, turnamen ini mempertandingkan 15 nomor dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Seluruh nomor dipertandingkan pada kelompok usia remaja U-17, taruna U-19, dan dewasa.
Jatim kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan mendapat dukungan penuh dari berbagai sponsor, antara lain HYDROPLUS, Wondr, Polytron, Djarum Foundation, Blibli, Tiket.com, Sari Wangi, MilkLife, Yonex Sunrise, Kapal Api Group, Fox’s Gummy Candy, MNC Group, Finega, RS Mitra Keluarga, dan PT Tjakrindo Mas.
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja menyampaikan, persiapan penyelenggaraan telah berjalan dengan baik. "Kota Surabaya memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event besar. Secara keseluruhan, persiapan HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 sudah siap," ujar Ricky melalui Humas PP PBSI, Minggu (12/4).
Ia juga berharap, para peserta dapat memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik. "Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian kejuaraan resmi PP PBSI yang memperebutkan poin nasional. Poin tersebut akan diakumulasi dan akan diambil beberapa yang terbaik untuk mengikuti Seleksi Nasional PBSI di akhir tahun," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Adi Nugroho menyampaikan kesiapan tuan rumah dalam menyambut para peserta. "PBSI Jawa Timur berupaya maksimal dalam penyelenggaraan. Kami juga menerima seluruh peserta yang mendaftar tanpa pembatasan kuota," katanya.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari posisi strategis Jatim yang mudah dijangkau dari berbagai daerah di Indonesia. "Sebagai seri pertama di tahun 2026, banyak klub besar ingin memaksimalkan potensi atletnya. Akses menuju Jawa Timur yang relatif mudah juga menjadi salah satu faktor pendukung," jelas Adi.
Dari sisi teknis, panitia juga menaruh perhatian pada efisiensi jadwal dan optimalisasi penggunaan lapangan. "Kami belajar dari penyelenggaraan sebelumnya untuk memaksimalkan waktu pertandingan serta penggunaan tiga GOR. Kami optimistis pelaksanaan tahun ini dapat berjalan lebih baik," demikian Adi.



