"Sebenarnya di gim pertama kita sempat tertekan. Hampir sepanjang gim awal itu kami tampil di bawah tekanan lawan, tetapi kita berusaha sabar dan sabar hingga akhirnya bisa ambil (kemenangan) gim pertama," papar Afizzah kepada Djarum Badminton.
"Ya intinya bermain sabar, terlebih kita juga sempat tertinggal di awal-awal," Zilazik, menimpali komentar partnernya.
Lebih lanjut Afizzah menjelaskan, pada gim pertama membuat kepercayaan diri mereka meningkat. Menurutnya, komunikasi dan saling memberi dukungan dengan pasangan menjadi kunci untuk menjaga momentum permainan hingga akhir pertandingan.
Kemenangan ini mengantar mereka kembali ke final, setelah pada HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026 di Surabaya, pertengahan April lalu, Zilazik/Afizzah menembus final dan keluar sebagai juara, setelah mengalahkan pasangan yang sama. "Bisa final di Kudus rasanya senang. Setelah juara di Surabaya, kita jadi termotivasi untuk nggak ngendurin latihan, tetap jaga fokus sepanjang minggu ini di Kudus," ujar Afizzah.
Untuk menghadapi pertandingan final, Afizzah mengaku ingin lebih menjaga kondisi dan meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan.


