Jojo menyatakan, ia memanfaatkan laga pembuka melawan pemain berperingkat ke-273 itu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan serta karakter dan laju kok yang memiliki perbedaan kecepatan dibandingkan saat training camp, setelah menjajal arena pertandingan. "(Kok) Yang dipakai agak sedikit lebih cepat jadi itu beberapa kali adaptasi untuk cari tahu pola apa sih yang tepat, yang pas buat kondisi seperti ini," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (25/4) dini hari WIB.
Laju kok pada laga ini, lanjut Jojo, cenderung lebih cepat hingga membuatnya harus lebih mengambil inisiatif melalui permainan depan untuk mengontrol jalannya pertandingan. "Harus lebih kita yang pegang supaya lawan terus berada situasi yang terus keserang," jelasnya
Jojo tampil dominan dengan langsung mengambil alih kendali permainan sejak kedudukan 4-4 pada gim pertama. Ia menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-6 hanya dalam enam menit. Selepas jeda, lawannya, Adel, tak mampu membendung laju Jojo yang terus menambah poin hingga meraih 12 game point, sebelum akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-18.
Dominasi pemain peringkat lima dunia tersebut berlanjut pada gim kedua. Dalam waktu delapan menit, Jojo sudah menutup interval dengan keunggulan telak 11-3. Ia kemudian semakin tak terbendung selepas interval, menjauh hingga 20-6 saat match point, kemudian memastikan kemenangan dengan skor 21-6.
Di sisi lain, menurutnya, laga ini tercatat sebagai pengalaman pertamanya tampil di Piala Thomas sebagai tunggal pertama, sehingga ada tanggung jawab yang dirasakan. Meski demikian, ia bertekad untuk memberikan penampilan terbaik secara maksimal. "Yang penting aura positif untuk fighting spirit-nya, semangatnya agar menular ke teman-teman yang akan bermain berikutnya," demikian Jojo.


