"Tim kita itu kompak. Kalau (skuad Indonesia pada) Thomas Cup itu, ya, mereka juga rata-rata seumuran. Yang senior juga ada sebagian, jadi ya pasti bisa ngemong," kata mantan pemain ganda putra Indonesia itu kepada wartawan, saat ditemui pada pertengahan pekan ini di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.
"Intinya kita lebih kompak kalau beregu, ya. Dan harapan saya semua sektor bisa menyumbang poin," Hendra, menambahkan.
Hendra, yang kini menjadi pelatih ganda putra non-pelatnas pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, memiliki catatan panjang pada kejuaraan supremasi bulu tangkis beregu putra itu. Ia telah delapan kali memperkuat tim Indonesia sejak 2006 hingga 2022, serta meraih gelar juara perdananya pada Piala Thomas 2020, yang digelar di Aarhus, Denmark, pada 2021 akibat pandemi.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, kebersamaan dan kekompakan tim menjadi kunci dalam setiap pertandingan. Dukungan kuat dari sesama rekan satu tim sangat dirasakan oleh pemain atau pasangan yang tengah bertanding, terlebih ajang ini kerap digelar di luar Tanah Air dengan keterbatasan dukungan langsung dari penonton Indonesia.
"Kalau beregu, apa-apa semua bareng. Kita makan bareng, pemanasan bareng, dan latihan bareng. Kalau perorangan, kan, ya sudah sendiri-sendiri," tuturnya.
Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Hendra pun optimistis tim bulu tangkis Indonesia dapat melangkah lebih jauh di Horsens.
Pada kesempatan tersebut, Hendra belum dapat memastikan apakah Sabar/Reza akan dipanggil untuk memperkuat tim Indonesia pada Piala Thomas 2026. Untuk saat ini, keduanya masih fokus menjalani persiapan menuju Badminton Asia Championships 2026 yang berlangsung pekan depan di Ningbo, China. "Kita persiapan Kejuaraan Asia dulu. Setelah itu kita lihat nanti," pungkasnya.


