"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan diberikan kemenangan. Tadi saat bermain kami sudah antisipasi serangan lawan, karena sudah tahu yang mana yang playmaker dan yang mana yang smasher," kata Raymond kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Lebih lanjut Raymond menjelaskan, strategi yang diterapkan pada pertandingan empat besar ini adalah mengantisipasi agar tidak kalah cepat, dengan lebih dahulu melancarkan serangan dan menekan lawan demi memperoleh poin. "Mereka lebih muda dari kami dan mereka harus diwaspadai juga ke depannya," tutur pemain kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut.
Sementara itu, Joaquin menyatakan, di gim kedua, Hu/Lin tetap menerapkan strategi menyerang seperti di gim pertama, meski kondisi lapangan kurang menguntungkan akibat arah angin. Oleh karenanya, duo Negeri Tirai Bambu itu tidak ragu memainkan bola ke belakang. "Kami bisa antisipasi serangan mereka untuk balik menyerang," katanya.
Joaquin meluapkan kegembiraannya setelah kembali melangkah ke partai puncak, menyusul pencapaian serupa yang diraih pekan lalu pada Indonesia Masters 2026. Menurutnya, hasil tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal. Ia pun menegaskan komitmennya bersama Raymond untuk terus menjaga konsistensi permainan di setiap pertandingan. "Dengan kemenangan ini kami berhasil menciptakan `all-Indonesian final` di ganda putra. Semoga kami bisa menunjukkan permainan terbaik untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.


