Bertanding di BBD U.P. Badminton Academy, Lucknow, India, Dejan/Bernadine memastikan gelar juara melalui kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-16 atas Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai dalam tempo 40 menit. "Alhamdulillah di sini bisa juara lagi. Setelah juara Super 100, kali ini bisa naik jadi juara Super 300," ujar Dejan kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Dejan/Bernadine sebelumnya meraih gelar juara perdana mereka pada Al Ain Masters 2025, awal Oktober lalu, setelah menundukkan pasangan senegara, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, di partai puncak. Pada bulan yang sama, duo anyar bentukan pelatnas itu kembali menembus final pada Malaysia Super 100 2025, tetapi harus puas menjadi runner-up usai dikalahkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi. Usai dua capaian tersebut, performa Dejan/Bernadine sempat menurun, dengan tersingkir di babak-babak awal pada dua turnamen yang digelar di Tanah Air.
Kemudian di India, Dejan/Bernadine meraih dua kemenangan melalui straight games atas Dhiren Ayyappan/Taabia Khan asal Uni Arab Emirat dan Mithileish P Krishnan/Varna Prabhuanand (India). Mereka kemudian mengunci kemenangan tiga gim atas Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien (Malaysia). Di semifinal, Dejan/Bernadine menyingkirkan pasangan tuan rumah lainnya, Hariharan Amsakarunan/Treesa Jolly.
"Kalau buat saya kunci di pekan ini hanya fokus di pertandingan saja, fokus match per match dan Alhamdulillah berjalan dengan baik," kata Dejan.
Di sisi lain, Dejan menilai penampilannya bersama Bernadine terus menunjukkan progres positif. Ia menyebut kemampuan individu Bernadine semakin meningkat, sekaligus mulai memahami pola permainan dan fokus yang harus diterapkan di lapangan. "Dengan empat atau lima bulan ini dia cepat belajar dan ini jadi modal untuk kami," tuturnya.
"Walau begitu, evaluasi kami masih banyak. Dari segi defense belum cukup rapat, dari segi pola permainan juga masih banyak PR-nya (pekerjaan rumah). Semoga terus berproses dan ke depannya jauh lebih baik," demikian Dejan.


