Swiss Open 2026 - Putri KW: Saya Merasa "Under Pressure"

Supanida Katethong & Putri Kusuma Wardani (Humas PP PBSI)
Supanida Katethong & Putri Kusuma Wardani (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Basel | Putri Kusuma Wardani mengaku berada di bawah tekanan saat menjalani partai puncak turnamen bulu tangkis Swiss Open 2026 melawan Supanida Katethong asal Thailand, Minggu (15/3). Ia tetap bersyukur dapat meraih gelar runner-up, tetapi belum puas dengan performa yang ditampilkan pada laga final turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut.

"Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini," ungkap pemain unggulan teratas ini melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Pada pertandingan final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss tersebut, Putri kalah dua gim 11-21, 15-21 dalam tempo 40 menit. "Pertemuan terakhir di SEA Games saya kalah, jadi di sini saya dari awal berpikir pengin main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya, tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure," katanya.

"Dan Supanida menurut menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo," Putri, menambahkan.

Putri membuka gim pertama dengan keunggulan 3-1, tetapi Supanida segera membalikkan keadaan setelah menyamakan skor 3-3 dan mengambil alih kendali permainan. Wakil negeri "Gajah Putih" itu mendominasi paruh pertama gim pembuka dengan mencatatkan 10 poin beruntun untuk memimpin 11-3 pada interval, lalu terus menjaga keunggulan hingga mengamankan sembilan game point, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-11.

Dominasi Supanida berlanjut pada awal gim kedua ketika ia dengan cepat meraih empat poin beruntun. Namun, Putri mampu bangkit dengan meningkatkan tempo permainan dalam sejumlah reli panjang hingga menyamakan skor 7-7 dan berbalik unggul 8-7, yang menjadi keunggulan pertamanya sejak memimpin 3-1 pada gim pertama. Meski demikian, Supanida kembali mengambil alih permainan dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9 setelah dropshot-nya tak mampu dijangkau Putri.

Selepas interval, duel ketat sempat tersaji dalam perebutan poin. Namun, Supanida mampu menjaga keunggulan berkat sejumlah smes menyilang yang tajam serta memanfaatkan beberapa kesalahan yang dilakukan Putri. Ia pun terus mengendalikan jalannya pertandingan hingga mengantongi lima championship point sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-15.

Berkaca dari pengalamannya bertanding di All England 2026 pada pekan lalu dan melanjutkan perjuangan di Swiss Open 2026 pada pekan ini, Putri mengaku memetik banyak pelajaran berharga, termasuk dari penampilannya pada laga final tersebut. "Supanida sempat di top 10, jadi kayak dari cara main mereka juga berbeda. Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik," paparnya.

"Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, non-teknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain," demikian Putri.