Kepala pelatih ganda putra utama pelatnas bulu tangkis Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menilai penampilan Raymond/Joaquin pada debut mereka di All England 2026 sudah cukup baik dan memenuhi target. "Secara permainan, mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun, masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi nonteknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan," ujar Antonius melalui siaran pers Humas PP PBSI, Selasa (24/3).
Dari sisi teknis, lanjutnya, aspek pertahanan masih perlu diperkuat karena belum cukup aman. Selain itu, arah bola, termasuk saat menerima servis, masih relatif mudah diantisipasi oleh lawan. "Ke depan, hal-hal ini akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyatakan, pengalaman bertanding di level tinggi ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kematangan permainan serta mental bertanding para atlet. "Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah. Ini yang terus kami benahi bersama tim pelatih,” jelasnya.
Selain aspek teknis, faktor fisik, mental, dan pemulihan fisik, juga terus menjadi perhatian, mengingat padatnya jadwal turnamen pada 2026. "Hasil di tur Eropa ini akan menjadi pijakan penting untuk langkah selanjutnya, dengan berbagai perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap dan terukur," pungkasnya.


