"Menang di kandang sendiri merupakan momen yang istimewa," kata Delrue, dilansir laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (23/3).
"Kami bangga dan ingin meraih lebih banyak gelar tahun ini. Hari ini, perbedaannya terletak pada mental. Kami harus lebih fokus dan memiliki keinginan menang yang lebih besar. Ini merupakan pekan yang sulit bagi kami, tetapi kami tetap bangga atas semua yang telah kami capai," tambah atlet kelahiran Sarcelles, Prancis tersebut.
Pada partai berikutnya, tersaji laga final sesama tunggal putra tuan rumah antara juara bertahan Alex Lanier dengan Toma Junior Popov. Lanier bangkit dari tren negatif setelah tersingkir di babak-babak awal dalam dua turnamen sebelumnya. Ia menyebut, peningkatan fokus pada segi mental menjadi kunci kemenangannya atas Popov. Pemain peringkat ke-10 dunia itu menang dua gim langsung 21-11, 21-13 dalam durasi 34 menit. "Saya menjalani turnamen ini dengan pendekatan yang berbeda," tutur Lanier.
Ia mengaku memasuki arena pertandingan dengan tekad tinggi dan ketahanan mental yang sebelumnya kurang ditampilakannya dalam beberapa turnamen terakhir. Ia menilai, performanya cukup baik, sementara Popov tidak tampil dalam kondisi terbaiknya. "Kami mencoba mengevaluasi turnamen-turnamen sebelumnya dan melakukan persiapan bersama pelatih, untuk memperbaiki aspek-aspek kecil yang sebelumnya masih kurang. Saya harus tampil lebih dari 100 persen secara mental. Sejujurnya, saya merasa dalam kondisi yang lebih baik," kata juara Japan Open 2024 ini.
Sementara itu, Popov mengakui, kecepatan dan agresivitas Lanier membuatnya kesulitan dalam mengendalikan permainan. Di sisi lain, laga semifinal yang berakhir hingga larut malam sehari lalu, berdampak pada performanya di partai puncak. "Pertandingan ini berjalan sulit. Akurasi pukulan saya kurang maksimal, dan kondisi kaki saya sudah lelah. Sementara itu, lawan tampil lebih bugar, percaya diri, dan bermain dengan sangat baik," ungkapnya.
"Ia tampil lebih baik, sementara kondisi saya kurang optimal setelah menyelesaikan pertandingan larut malam kemarin dan baru beristirahat sekitar pukul dua pagi, sehingga pemulihan tidak maksimal. Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi itu belum cukup. Secara mental saya juga merasa lelah setelah menjalani tiga turnamen, meski secara keseluruhan tur Eropa ini tetap berjalan baik," Popov, menjelaskan.
Selain Prancis, Jepang juga membawa pulang dua gelar juara melalui sektor ganda putri dan tunggal putri. Sumire Nakade/Miyu Takahashi mencatatkan titel perdana mereka di ajang Tur Dunia BWF, sementara Nozomi Okuhara keluar sebagai juara usai memenangi duel final lintas generasi melawan wakil Thailand, Pitchamon Opatniputh. Pertandingan yang mempertemukan dua pemain yang terpaut selisih usia 12 tahun tersebut berakhir dengan skor identik 21–15, 21–15.
Adapun gelar juara ganda putra menjadi milik pasangan China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, yang mengalahkan wakil Jepang, Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita, melalui dua gim langsung 21–19, 21–14.


