"Di awal-awal kami mau mengadu cepat, ternyata mereka balikannya lebih bagus dan lebih cepat juga. Di gim kedua, mereka sudah percaya diri, permainan semakin meningkat dan kami selalu dalam posisi tertekan," ungkap Leo kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah laga berdurasi 41 menit itu.
"Apalagi saya hari ini touch-nya tidak pas, banyak pengembalian yang harusnya itu nggak mati malah mati sendiri," tuturnya.
Leo mengungkapkan, ia dan Rian kerap berlatih bersama, sehingga saat dipercaya turun sebagai pasangan, dengan dukungan penuh dari seluruh tim, keduanya menyatakan siap menjawab tantangan tersebut. "Kami berharap bisa menyumbang poin, tapi di lapangan kondisinya berbeda," katanya.
Sementara itu, Rian menuturkan, mereka memprediksi akan menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Namun, perubahan strategi Jepang tidak memberikan perbedaan signifikan karena karakter permainan yang serupa, dengan kombinasi tangan kanan dan kiri, minim kesalahan, serta tampil rapi. "Kami seharusnya lebih banyak adu pukulan dan tidak boleh mati sendiri," ujar Rian.
Kedudukan sementara menjadi sama kuat 1-1. Tunggal pertama Moh. Zaki Ubaidillah menang dalam laga pembuka melawan Kenta Nishimoto melalu dua gim langsung 22-20, 21-16.


