BATC 2026 - Jepang 3-1 Indonesia

Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Qingdao | Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Kie Nakanishi/Miyu Takahashi dalam laga terakhir fase Grup X Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 antara Indonesia dan Jepang, Kamis (5/2). Pasangan juara Thailand Masters 2026 itu kalah dua gim 20-22, 16-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China.

Tiwi mengungkapkan, pada gim pertama mereka bermain terburu-buru setelah mencapai game point sehingga permainan menjadi kurang aman. Kondisi tersebut membuat mereka gagal memanfaatkan empat game point yang dimiliki, sementara Nakanishi/Takahashi mampu memaksakan setting lalu merebut gim pertama dengan kemenangan 22-20.

Memasuki gim kedua, lanjut Tiwi, mereka mengakui cukup terkejut dengan perubahan arah angin di awal pertandingan yang sempat memengaruhi permainan. "Lawan juga mempercepat tempo jadi keteteran dan banyak melakukan kesalahan sendiri," katanya kepada tim Humas dan PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 50 menit tersebut.

"Tapi di pertengahan gim kedua, kami bisa bangkit walaupun belum bisa mengejar ketertinggalan. Kami sudah mencoba mengeluarkan permainan tapi belum berhasil menyumbang poin," Tiwi, menjelaskan.

Tiwi juga mengakui faktor kelelahan tidak terhindarkan, terutama karena turnamen tersebut menjadi ajang keempat yang dijalani mereka secara beruntun. Namun, kehadiran fisioterapi yang secara konsisten menjaga kondisi atlet, dinilainya sangat membantu proses pemulihan sehingga setiap atlet tetap siap bertanding.

Sementara itu, Fadia berpendapat, pola permainan Nakanishi/Takahashi sebenarnya sudah dapat dibaca sejak awal gim pertama. Namun, kurangnya keyakinan dan permainan yang terlalu terburu-buru pada fase akhir, membuat mereka gagal memaksimalkan peluang. Meski menghadapi pasangan "dadakan", lanjut Fadia, Nakanishi/Takahashi tetap mempunyai karakter permainan khas ganda Jepang. "Bedanya mereka kidal-kidal, jadi sedikit agak kagok di kaminya," tuturnya.

"Kami mohon maaf belum bisa menyumbang poin, tadi kami sudah melakukan yang terbaik tapi hasil belum sesuai yang diharapkan. Next ayo kita coba lagi," Fadia, menambahkan.

Dengan hasil ini, Indonesia tertinggal sementara 1-3 dari Jepang. Pada partai pembuka, pemain tunggal pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan, kalah dari Riko Gunji melalui dua gim 14-21, 16-21 dalam tempo 36 menit. Sementara, ganda pertama Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum bertarung ketat melawan Arisa Igarashi/Chiharu Shida dan merebut kemenangan tiga gim 21-12, 18-21, 23-21.

Sementara itu, tunggal kedua Mutiara Ayu Puspitasari gagal membendung permainan Hina Akechi. Ia dipaksa mengakui keunggulan lawannya melalui dua gim langsung dengan skor 2-21, 9-21.