BAC 2026 - Kesalahan Sendiri Hambat Laju Jafar/Felisha

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Humas PP PBSI)
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Perjuangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, pada Badminton Asia Championships (BAC) 2026 harus terhenti di babak kedua. Mereka kalah dari pasangan anyar Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, pada laga yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Kamis (9/4).

"Tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar. Memang hasilnya kalah padahal kesempatan menang sebenarnya cukup besar," kata Felisha kepada tim Humas dan Media PP PBSI, usai pertandingan yang berakhir dengan skor 21-23, 22-20, 10-21 tersebut.

Jafar/Felisha memimpin dalam perolehan poin sepanjang paruh pertama gim pembuka yang diwarnai reli-reli panjang, dan mempertahankan keunggulan 11-7 saat interval dalam tempo tujuh menit. Kim/Jang kemudian bangkit dan beberapa kali menyamakan kedudukan, tetapi Jafar/Felisha kembali mengambil alih kendali permainan hingga mencapai keunggulan terbesar pada skor 20-16.

Meski telah mengantongi empat game point, Jafar/Felisha gagal menuntaskan gim pertama. Kim/Jang justru mampu memaksakan setting, berbalik unggul, dan merebut kemenangan dengan skor 23-21.

Pada awal gim kedua, pertarungan berlangsung semakin ketat, tetapi Kim/Jang dapat mempertahankan keunggulan 11-9 saat interval. Selepas jeda, mereka terus memperlebar keunggulan hingga 15-10. Namun, Jafar/Felisha bangkit dan menyamakan kedudukan 15-15, setelah smes Jafar tak dapat dibendung Jang..

Memasuki momen krusial, kedua pasangan terlibat saling kejar poin. Jafar/Felisha sempat mengamankan satu game point yang berhasil disamakan Kim/Jang, tetapi pada kesempatan berikutnya mereka dapat mengonversi game point kedua menjadi kemenangan gim kedua dengan skor 22-20.

Pada awal gim penentuan, Kim/Jang langsung melesat dan unggul 6-2 usai mencatatkan lima poin beruntun. Meski harus bekerja keras meredam perlawanan Jafar/Felisha, mereka tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-7.

Selepas jeda, Jafar/Felisha sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 10-12, tetapi Kim/Jang kembali menemukan ritme permainan dan terus menekan. Mereka kemudian mencatatkan delapan poin beruntun untuk memastikan 10 match point, kemudian menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-10 setelah pengembalian Jang tak mampu dijangkau Jafar. "Di gim pertama sudah unggul 20-16 jadi tersusul dan kalah itu sangat disayangkan. Sempat bisa keluar dari tekanan di gim kedua tapi gim ketiga banyak kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Jauh, sangat jauh dari harapan," kata Felisha.

Ia juga mengungkapkan, sejak awal mereka sudah menyadari keunggulan Kim/Jang terletak pada pertahanan yang solid. Ia menyebut, rencana awal adalah tampil menyerang dengan meminimalkan permainan lob, tetapi strategi tersebut sulit dijalankan karena lawan mampu dengan cepat melakukan penyesuaian. "Mereka banyak angkat bola duluan jadi dari awal tidak mau masuk ke pola kami. Ya, jadinya ada kesulitan juga," tuturnya.

Sementara itu, Jafar berpendapat, meski berstatus sebagai pasangan baru, Kim/Jang tampil cukup solid, terutama dalam aspek pertahanan yang sangat kuat. Ia juga menyoroti kualitas Jang yang memiliki kemampuan blok depan dan variasi permainan yang baik, sehingga menyulitkan mereka sepanjang pertandingan.

Ia menilai harus tampil lebih konsisten dan meminimalkan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu pada pertandingan selanjutnya. "Juga harus menambah power apalagi dengan kondisi bola yang lambat seperti di sini," demikian Jafar.