"Pertama, puji Tuhan bersyukur. Walaupun hasilnya tadi kalah, tapi sudah menampilkan terbaik. Memang ada beberapa hal tadi banyak melakukan kesalahan sendiri, yang tidak seharusnya dilakukan. Namanya pertandingan, kadang ada hari-harinya di mana kita melakukan kesalahan, tapi tadi kurang cepat untuk bangkitnya," jelas Jojo kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Susul-menyusul poin mewarnai awal gim pertama, tetapi Jojo dapat membangun momentum setelah skor imbang 5-5 dan memimpin 11-8 saat interval dalam tempo 12 menit. Memasuki paruh kedua, pertandingan kembali berlangsung ketat dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari tiga angka.
Meski sempat lebih dahulu mengamankan dua game point, pemain unggulan ketiga itu gagal memanfaatkannya setelah Shetty bangkit dan menyamakan kedudukan 20-20. Ia kemudian mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 23-21 setelah pengembalian Jojo melebar.
Pada gim kedua, Shetty tampil dominan dan konsisten memimpin perolehan poin, termasuk saat interval dengan keunggulan 11-9. Atlet berusia 20 tahun itu bahkan mencatatkan keunggulan terbesarnya pada skor 13-9 setelah pukulannya dinyatakan masuk oleh hakim garis, keputusan yang sempat memantik kekecewaan dari Jojo.
Upaya juara Hylo Open 2025 itu untuk bangkit di tengah permainan agresif Shetty, sempat membuahkan hasil dengan memangkas selisih menjadi satu poin. Namun, Shetty tampil lebih tenang pada momen krusial, mengantongi tiga match point, dan menutup gim kedua dengan kemenangan 21-17.
Hasil ini mengantarkan Shetty ke semifinal kejuaraan kontinental perorangan tersebut, sekaligus menjadi kemenangan pertamanya atas Jojo dalam pertemuan perdana kedua pemain. "Dia pemain yang cukup tinggi. Tingginya mungkin hampir mirip sama Viktor (Axelsen) dan masih muda juga. Jadi dia punya serangannya juga yang cukup baik. Tadi beberapa kali permainan depan dia yang sedikit menyusahkan, saat dia dapat posisi untuk menyerangnya itu lebih enak," Jojo, menjelaskan.
Jojo mengaku telah mempelajari pola permainan Shetty melalui tayangan video. Namun, ia menyesalkan kegagalannya memanfaatkan keunggulan pada gim pertama saat sudah mencapai 20 poin, sehingga tidak mampu menuntaskan gim tersebut, yang dinilainya menjadi momen krusial dalam pertandingan. "Di gim kedua terlihat dia lebih berani cara bermainnya dan saya rasa perlu dipelajari lagi," pungkasnya.


