"Semua pengin (hasil) yang terbaik. Kami mencoba step by step, lawan pertama dari Thailand, tetapi kami juga belum tahu yang mana orangnya. Jadi menjelang keberangkatan kami akan mencoba berdiskusi dengan pelatih dan tim analis bagaimana menghadapi lawan-lawan di BAC nanti," papar Fajar kepada wartawan pada pekan ini di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut Fajar juga menyatakan, peluang tetap terbuka bagi setiap pasangan, mengingat mayoritas lawan yang dihadapi relatif sudah saling mengenal. Ia menekankan, kunci keberhasilan terletak pada kesiapan, fokus, serta kemampuan dalam mengeksekusi strategi, saat pertandingan. "Yang pasti kami tidak terlalu memikirkan harus masuk semifinal, tapi bagaimana kami menikmati setiap step by step," katanya.
Sementara itu, Fikri menilai persiapan yang dijalani sudah cukup baik, dengan waktu latihan sekitar dua hingga tiga pekan. Ia juga mengatakan, fokus mereka selanjutnya adalah bagaimana menerapkan hasil persiapan tersebut secara maksimal saat pertandingan.
Di sisi lain Fikri mengakui, karakter permainan mereka kini semakin terbaca oleh lawan sejak menjuarai China Open 2025. Ia menilai, intensitas pertemuan sejak paruh kedua musim lalu hingga awal musim ini, ditambah dukungan analisis video, membuat para ganda putra elite dunia terus mempelajari kekuatan dan kelemahan masing-masing. "Dan kita pun memang mempelajari kelebihan dan kekurangan kita. Dan kita juga ada strategi di dalam latihan, untuk diperbaiki kekurangannya dan kelebihannya dipertajam," ungkapnya.
"Ya, tinggal yang itu tadi dipraktikkan di pertandingan," demikian Fikri.


