Di babak 32 besar, Sabar/Reza dijadwalkan bertemu Christo Popov/Toma Junior Popov asal Prancis. Leo/Bagas bertanding melawan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan), sementara Fajar/Fikri berhadapan dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia). Adapun bagi pasangan debutan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, akan menantang Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan).
"Kondisi tersebut bisa dipandang dari dua sisi, salah satunya merugikan karena mereka bisa bertemu pada babak-babak awal. Pertemuan paling dini bisa terjadi antara Fajar/Fikri dan Raymond Nikolaus, yaitu pada babak kedua," Kompas, melaporkan pada Rabu (25/2).
Dalam artikel dengan kepala berita "Ganda Putra Bisa Bersaing di Fase Awal All England" itu disebutkan, Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin telah dua kali bertemu dengan hasil identik. Pasangan muda pelatnas itu mengalahkan seniornya di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.
Dari sisi pandang positif, keberadaan banyak ganda putra Indonesia di paruh atas membuka peluang lahirnya satu wakil "Merah Putih" yang dapat melangkah lebih jauh pada turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut, melalui pertemuan sesama pasangan Indonesia di babak-babak awal.
"Namun, persaingan tak hanya melibatkan atlet Indonesia. Sebelum peluang tersebut terwujud, ada lawan tak mudah yang harus dihadapi di babak pertama. Apalagi, ganda putra adalah nomor dengan persaingan paling merata di antara semua nomor," tulis surat kabar harian tersebut.
Sementara itu, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat berada di paruh bawah bagan dan terpisah dari empat ganda putra Indonesia lainnya. Di babak pertama, mereka dijadwalkan bertanding melawan Liu Kuang Heng/Yang Po Ha (Taiwan), dalam upaya membuka langkah pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.


