"Di terakhir-terakhir itu walaupun bagus, tapi tetap fokus di poin-poin terakhir tetap menurun. Karena itu yang membuat kita masih belum bisa tembus untuk pemain (level) atas," ungkapnya saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
Dalam persiapan akhir di Cipayung jelang keberangkatan ke Inggris, Karel menuturkan, program latihan difokuskan pada peningkatan konsistensi masing-masing pasangan, terutama saat menghadapi situasi krusial di pengujung gim. Setelah itu, rangkaian latihan berlanjut di Milton Keynes, Inggris, 24–28 Februari. Kota tersebut berjarak sekitar 120 kilometer di selatan Birmingham, lokasi penyelenggaraan All England 2026, 3–8 Maret.
"Kita akan melanjutkan yang perlu dipersiapkan, karena khususnya di Eropa itu cenderung (laju) bola lambat, nggak ada angin. Jadi, ya otomatis kita harus persiapkan untuk membiasakan," jelas Karel.
Karel menegaskan, target tiga pasangan "Merah Putih" pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu adalah menjadi juara. Namun, ia mengingatkan, kunci untuk mewujudkannya tetap bertumpu pada konsistensi permainan, terutama dalam menghadapi tekanan di setiap laga. "Saya minta kalau bisa, juara. Tapi paling nggak kita maksimalkan dulu penampilan kita. Performa kita dulu, ya," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Karel juga menjelaskan alasan penarikan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari dari All England 2026. Ia menyebut keduanya diproyeksikan untuk segera mengalihkan fokus ke Ruichang Masters 2026 guna memperkuat sektor ganda campuran, setelah tampil pada German Open 2026.
"Apri/Lanny awalnya masuk daftar reserve (All England 2026). Jadi karena memang harus kasih keputusan cepat dan karena ada Ruichang, belum lagi pembuatan visa juga, jadi menurut saya daripada kedua-duanya menunggu dan khawatir malah tidak bisa, jadi lebih baik menurut saya mereka berdua saya tarik," pungkasnya.


