All England 2026 - Awal Kerja Keras Jojo

Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, dipaksa bekerja keras di babak 32 besar turnamen bulu tangkis All England Open 2026, saat bertemu wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, Rabu (5/3). Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, unggulan keempat itu berjuang tiga gim yang berakhir dengan skor 21-11, 10-21, 21-15 dalam tempo 60 menit.

Di awal gim pembuka, kedua pemain terlibat pertarungan ketat hingga skor imbang 5-5. Namun, Jojo, sapaannya, keluar dari duel sengit tersebut dan memimpin 11-5 saat interval. Selepas jeda, Jason sempat menambah satu poin, tetapi laju Jojo tetap tak terbendung dan ia terus menjaga keunggulan hingga menjelang pengujung gim.

Berbagai tekanan yang dilancarkan Jojo melalui smes keras ke sudut kiri maupun kanan lapangan lawan, tak mampu dibendung Jason. Setelah mengantongi sembilan game point, Jojo akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-11 dalam tempo 19 menit. 

Meski mendominasi permainan sepanjang gim pertama, Jojo mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan kok yang digunakan pada pertandingan tersebut. "Tidak menyangka shuttlecock-nya lumayan berat dan tidak ada angin. Mirip dengan kondisi di All England 2024, tapi laju bolanya lebih lambat," tutur pemain berperingkat ke-4 dunia itu melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

"Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga, banyak menggunakan power. Harus lebih sabar lagi dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan-pukulannya tidak pas, ketika smes misalnya bolanya agak berhenti," Jojo, menambahkan.

Jason tampil dominan sepanjang paruh pertama gim kedua. Upayanya dalam meningkatkan tempo permainan membuahkan hasil, dan ia meraih keunggulan 11-6 saat interval dalam durasi 10 menit. Pemain peringkat ke-34 dunia itu melanjutkan tren positif selepas jeda, sementara Jojo kesulitan keluar dari tekanan yang terus dilancarkan lawannya. Momentum tersebut mampu dipertahankan Jason hingga akhir gim, dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-10.

Duel pada awal gim penentu berlangsung ketat. Jason meraih dua poin beruntun di awal gim, tetapi Jojo mampu menyamakan kedudukan memanfaatkan dua kesalahan yang dilakukan lawannya. Setelah skor kembali imbang, Jojo perlahan mengambil alih kendali permainan dengan memanfaatkan sejumlah kesalahan Jason dan menutup interval gim ketiga dengan keunggulan 11-6.

Selepas jeda, Jason membukukan dua poin berturut-turut. Namun, Jojo kembali melanjutkan momentum yang telah dibangun sejak paruh pertama gim ketiga dan memperlebar keunggulan hingga 16-10. Ia mampu menjaga keunggulan tersebut hingga memasuki pengujung gim, mengantongi lima match point, kemudian menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-15.