Pelatih Champion Kudus, Moch Revindra Rayhaldi, yang terus memberikan arahan dan motivasi sepanjang partai puncak yang berlangsung di GOR Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo, Palu tersebut, mengungkapkan, Ailsie sempat panik ketika tertinggal poin. Namun, ia berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga meraih podium tertinggi pada ajang berskala nasional tersebut.
"Agak tegang sedikit, terus saya panik," tutur Ailsie kepada Djarum Badminton.
"Jadi memang ketika gim pertama sudah sempat unggul sekitar tujuh poin, karena mungkin memang usianya masih di bawah 11 tahun, jadi masih gampang panik. Apalagi ketika sudah unggul lalu terkejar, mulai ada muncul rasa nggak percaya diri," Revindra, mengungkapkan.
Ia juga terus mengingatkan Ailsie di setiap poin untuk tetap tenang, mengatur napas, serta memperbanyak tarikan napas panjang, agar lebih rileks selama pertandingan.
Revindra juga menyatakan, pencapaian tersebut masih menjadi langkah awal, dengan tantangan terbesar ke depan adalah mempertahankan prestasi di turnamen berikutnya. Ia pun selalu menekankan kepada anak asuhnya, setelah turun dari podium juara, semuanya kembali dari nol dan status juara tidak lagi melekat. "Intinya kita akan fokus ke next pertandingan berikutnya," tegasnya.
Sementara itu, ketika ditanya rasanya setelah menjadi juara, Ailsie menyatakan, "Terima kasih, coach. Saya senang dan bangga."


