Inilah kemenangan kedua bagi peraih gelar juara HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026 itu, setelah di babak 64 besar menang atas Anastasya Putri Injaya asal Jaya Raya Jakarta dengan skor 21-10, 11-2. Anastasya memutuskan mundur pada interval gim kedua.
Bagi Andita, kembali tampil pada ajang HYDROPLUS Sirnas menjadi tantangan tersendiri, terlebih setelah dirinya sukses merebut gelar juara di Surabaya beberapa pekan lalu. "Ya saya senang bisa juara yang edisi Sirnas pertama. Tapi dari situ, latihannya nggak boleh dikendurin, kerja keras lagi di latihannya," tuturnya kepada Djarum Badminton.
Di sisi lain, Andita menilai persaingan di kategori Tunggal Remaja Putri berlangsung cukup ketat sehingga tidak ada lawan yang mudah dihadapi. Ia juga mengaku sulit memprediksi peta kekuatan para pesaing, namun tetap berharap mampu mengulangi kesuksesan yang pernah diraihnya pada seri sebelumnya di Surabaya.
Pada ajang HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026, gelar juara Tunggal Remaja Putri berhasil menjadi milik Andita. Atlet muda asal Buton, Sulawesi Tenggara itu sukses menaklukkan salah satu pemain andalan tuan rumah, Divya Amanta Kuncoro, yang memperkuat Pelatwil Tengah, di partai final.
Bermain di hadapan publik lawan di GOR Sudirman, Andita tak hanya dituntut mengatasi permainan Divya, tetapi juga menjaga fokus di tengah dukungan penuh penonton untuk wakil tuan rumah. Setelah melalui duel ketat pada gim pertama, Andita mampu mengamankan kemenangan 24-22 sebelum tampil lebih dominan di gim kedua untuk menutup pertandingan dengan skor 21-11 sekaligus memastikan gelar juara.
"Di awal pertandingan memang saya agak kesulitan beradaptasi. Saya belum terbiasa bermain dengan sorot lampu yang terang. Di gim kedua, saya berusaha main tenang dan fokus, belajar dari pertemuan sebelumnya dengan Divya waktu saya kalah, pada 2024," Andita, menjelaskan.



