"Puji Tuhan menjalankan pertandingan dengan baik. Tidak ada cedera, menang juga, dan juga bermain cukup dominan," tanggap Felisha melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI pada Kamis (12/3) dini hari WIB.
Felisha mengaku masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi pada awal pertandingan, terutama pada gim pertama yang sempat membuat permainannya terlihat kurang lepas. Namun, ia dan Jafar segera melakukan penyesuaian dengan pola permainan Hemming/Van Leeuwen, sehingga mampu tampil lebih dominan pada gim berikutnya.
Sementara itu, Jafar menilai, tak hanya Hemming/Van Leeuwen, mereka pun bermain kurang rapi dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Ia menyebut lawan tidak tampil terlalu menekan, tetapi ia dan Felisha juga belum mampu meminimalisasi kesalahan sendiri. "Masih banyak salahnya. Tadi coba masuk dulu saja bolanya, dienakin mainnya," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Felisha mengungkapkan, mereka pernah melakukan latih tanding dengan Hemming/Van Leeuwen, sebelum kedua pasangan bertanding pada All England 2026. Secara umum, menurutnya, Hemming/Van Leeuwen tampil lebih baik ketimbang performa mereka pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 ini. "Dua minggu lalu kami sempat sparring sama mereka di Milton Keynes, mereka bermain jauh lebih baik daripada hari ini," ungkapnya.
"Tadi juga saya di awal expect-nya mereka akan ngasih perlawan yang lebih. Cuma mungkin namanya pertandingan, tekanannnya berbeda. Mungkin hal ini yang bikin berubah dan keuntungannya buat kami," demikian Felisha.
Di babak 16 besar, Kamis (12/3), Jafar/Felisha akan menghadapi pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing. Jafar/Felisha unggul 1-0 dalam rekor pertemuan dengan wakil negeri jiran itu, setelah memenangi laga pertama mereka pada babak awal Australian Open 2025 dengan skor 21-16, 21-18 dalam durasi 36 menit.


