Swiss Open 2026 - Satu Tiket Semifinal Milik Indonesia

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Basel | Satu tiket semifinal nomor ganda campuran pada turnamen bulu tangkis Swiss Open 2026 dipastikan menjadi milik Indonesia setelah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyingkirkan pasangan Taiwan, Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh, pada babak 16 besar, Kamis (13/3). Kemenangan tersebut mengantarkan mereka bertemu dengan sesama wakil "Merah Putih", Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, pada perempat final.

Dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Amri/Nita harus berjuang selama 52 menit untuk memastikan kemenangan rubber game atas Liu/Jheng dengan skor 21-19, 15-21, 21-17. "Sebenarnya ada kesempatan untuk menang dua gim langsung, hanya di gim kedua kami banyak melakukan kesalahan," tanggap Nita melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Ia juga menilai, Liu/Jheng tampil lebih menyerang pada gim kedua, terutama Liu Kuang yang melancarkan smes penuh secara beruntun, tidak lagi setengah-setengah seperti pada gim pembuka. Sementara itu, Jheng, lanjut Nita, meningkatkan kecepatan permainan di depan net sehingga mereka sempat terlambat dalam melakukan antisipasi.

"Di gim ketiga kami sudah tahu dan jagain bolanya, mereka juga tidak mengubah pola jadi kami bisa netralin terus," katanya.

Sementara itu, Amri mengakui, mereka kehilangan momentum setelah interval pada gim penentu ketika unggul 11-7. Ia mengatakan, niat untuk bermain lebih tenang justru membuat fokusnya sedikit kendur, sehingga Liu/Jheng mampu mengejar bahkan sempat menyalip dalam perolehan poin. Kondisi tersebut memunculkan rasa khawatir sekaligus membuat lawan tampil semakin berani. "Dalam hati ada keraguan, tapi kami berdua coba mengatasi, coba main tanpa beban, dan memaksa untuk menggunakan pola yang memang kami unggul. Alhamdulillah berhasil," tuturnya.

"Tidak menyangka juga permainan mereka seperti ini karena saat nonton video mereka mainnya agak berbeda," Amri, menambahkan.

Mengenai laga semifinal, Nita menilai kedua pasangan pada dasarnya sudah saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berdasarkan catatan pertemuan, kedua pasangan sama-sama mengantongi satu kemenangan dari dua pertemuan terakhir. Namun, dua pertemuan tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu sehingga situasi dan perkembangan permainan saat ini tentu sudah berbeda. "Seperti biasa, kalau ketemu teman sendiri, ya, siapa yang siap, itu yang bakal menang," pungkasnya.