"Setelah menikah dan punya anak, sekarang jadi salah satu kebahagiaan, lah, maksudnya setiap pulang ke rumah ada ada yang dicari. Jadi memang waktu latihan fokus 100 persen tapi setelah pulang kembali ke rumah ya waktunya pikirannya semuanya untuk keluarga, sih," ungkapnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (14/3) dini hari WIB.
"Mereka sebagai sumber motivasi dan inspirasi saya," Anthony, menegaskan.
Ungkapan tersebut dilontarkan oleh Anthony setelah memastikan satu tempat di semifinal Swiss Open 2026. Ia menngalahkan tunggal putra India, Tharun Mannepalli, melalui tiga gim 21-19, 19-21, 21-13 dalam laga yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (13/3). Ia mengucap syukur dan menyatakan rasa senang atas pencapaian semifinal perdananya pada musim kompetisi tahun ini. "Happy bisa tembus ke semifinal setelah waktu yang cukup lama," tuturnya.
"Memang bersyukur dengan perjalanan yang sudah dicapai, setiap cedera yang ada pastinya juga membuat saya lebih kuat lagi," kata pemain peringkat ke-51 dunia tersebut.
Anthony mengakui, ia menjalani laga berdurasi 66 menit yang tidak mudah saat melawan Tharun. Sepanjang pertandingan, ia terus berupaya mengembangkan permainan karena lawan memiliki kualitas serangan yang cukup baik. "Dan tadi dari gim pertama sampai terakhir pun, dia juga mencoba buat push semaksimal mungkin," katanya.
"Tapi saya coba di gim ketiga, khususnya, bisa memaksimalkan kondisi yang ada. Waktu gim kedua sudah lumayan dapat caranya, hanya ketinggalan sudah cukup jauh," demikian Anthony.
Di babak empat besar, Anthony dijadwalkan bertanding melawan wakil Jepang, Yushi Tanaka. Dalam dua pertemuan terakhir, kedua pemain sama-sama mengantongi satu kemenangan, masing-masing pada Japan Open 2024 dan Korea Open 2025.


