Malaysia Open 2026 - Serba Pertama dari Kunlavut Vitidsarn

Kunlavut Vitidsarn (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Kunlavut Vitidsarn (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Kuala Lumpur | Tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, meraih gelar juara Malaysia Open 2026 setelah mengalahkan wakil China, Shi Yu Qi, pada partai final yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (11/1). Kunlavut memenangi gim pertama dengan skor ketat 23-21 dan unggul 6-1 di gim kedua, kemudian sang juara bertahan Shi memberi isyarat tidak dapat melanjutkan pertandingan karena masalah punggung.

Kunlavut melaju ke final sekaligus meraih gelar juara perdananya pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000, meski kemenangan tersebut datang dengan cara yang tidak terduga. Namun, seperti dilaporkan New Straits Times, Kunlavut menilai bimbingan yang diterimanya dari legenda bulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei, yang menyerahkan trofi juara, mempunyai peran penting dalam perjalanan kariernya.

"Saya berterima kasih kepada Lee Chong Wei karena selalu memberi masukan ketika menghadapi masalah," kata Kunlavut, seusai laga final berdurasi 36 menit tersebut.

"Dia memberikan banyak masukan berharga, terutama tentang cara mempersiapkan diri serta mengendalikan berbagai hal, baik di dalam maupun di luar lapangan," Kunlavut, menambahkan.

Atlet berusia 24 tahun itu mengakui, final Malaysia Open 2026 menjadi ujian berat bagi mental dan fisiknya. Ia menggambarkan penampilannya di final Super 1000 pertama sepanjang kariernya itu sebagai pengalaman yang mendebarkan sekaligus penuh tekanan. Kunlavut juga menunjukkan sikap sportivitas dengan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Shi, setelah tunggal putra nomor satu dunia itu terpaksa menghentikan pertandingan. "Saya berharap dia sehat dan segera pulih," katanya.

Mengenai targetnya ke depan, Kunlavut menyatakan, "Saya ingin memenangkan gelar juara dunia, medali emas Olimpiade, dan All England."