"Alhamdulillah bersyukur, yang pertama kami diberikan kelancaran di pertandingan tadi dan diberikan hasil yang baik, bisa memenangkan pertandingan. Tadi kami memang di gim pertama cukup bisa memegang kendali permainan, tapi di gim kedua mereka bangkit, mengubah pola dan dari awal kami tertinggal," kata Fikri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Lebih lanjut Fikri mengungkapkan, pada momen-momen krusial, Fajar terus memberikan dorongan semangat agar tetap percaya diri bahwa pertandingan belum berakhir, sehingga mereka mampu kembali unggul di poin-poin akhir dan menuntaskan laga.
Sementara itu, Fajar menuturkan, saat tertinggal 14-18, ia terus berkomunikasi dengan Fikri, memberi semangat, dan menegaskan bahwa pertandingan belum berakhir. "Karena pelatih juga terus menyemangati bahwa memang game belum selesai, jangan terlihat gestur tubuh yang menyerah. Kami terus selalu mencoba, pengin yang terbaik, pengen menyusul, dan akhirnya berhasil," ungkapnya.
"Terima kasih untuk Fikri di momen krusialnya, di poin 18-19 servisnya bisa melintir dan menyusahkan buat lawan," Fajar, menambahkan.
Ia juga menyampaikan, peningkatan intensitas permainannya pada laga tersebut berangkat dari fokus menjaga stamina serta menemukan cara bermain yang nyaman sepanjang pertandingan. "Juga saya menonton video pertandingan kami, bagaimana kami pas menang lawan mereka," katanya.
Di semifinal, Sabtu (10/1), Fajar/Fikri berhadapan dengan pasangan unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Berdasarkan catatan head-to-head, duo "Merah Putih" itu unggul 2-1 atas ganda putra andalan tuan rumah tersebut.


