BWF Setujui Sistem Skor 15x3

Ilustrasi pertandingan turnamen bulu tangkis Tur Dunia BWF (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Ilustrasi pertandingan turnamen bulu tangkis Tur Dunia BWF (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Horsens | Badminton World Federation (BWF) secara resmi menyetujui perubahan sistem skor pertandingan menjadi 15 poin x 3 gim (best of three games) dalam BWF Annual General Meeting ke-87, Sabtu (25/4), di Horsens, Denmark, melalui mekanisme voting dengan hasil 198 negara menyetujui dan 43 negara menolak. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 4 Januari 2027.

Pertemuan tahunan tersebut dibuka oleh Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, dan dihadiri seluruh anggota BWF. Delegasi PP PBSI PBSI yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Wino Sumarno dan Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto turut hadir dalam forum strategis tersebut, sebagai bagian dari keanggotaan aktif BWF.

Perubahan sistem skor ini menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals, yang bertujuan untuk meningkatkan dinamika pertandingan dan daya tarik bulu tangkis secara global.

PP PBSI melalui siaran persnya pada Sabtu (25/4) malam WIB menyatakan akan segera melakukan kajian internal serta menyiapkan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi perubahan ini, termasuk penyesuaian dalam program pembinaan dan persiapan atlet menuju era sistem skor baru. "Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet," ungkapnya.

"PBSI berkomitmen untuk memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini," Roedyanto, menambahkan.

Sementara itu, Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul menyatakan, keputusan tersebut menjadi tonggak penting bagi masa depan bulu tangkis. "Kami tengah membangun olahraga yang relevan dengan generasi mendatang, sekaligus terus berinvestasi untuk masa depan jangka panjang para pemain," ujarnya melalui laman BWF.

Leeswadtrakul juga menyatakan, format baru tersebut dirancang untuk menghadirkan momen krusial sejak awal, menciptakan skor yang lebih ketat, serta menghasilkan penyelesaian yang lebih dramatis, sehingga dapat menjaga keterlibatan penonton sejak reli pertama hingga akhir. "Sistem penilaian 3x15 dirancang untuk menghadirkan pertandingan yang lebih menarik dan kompetitif, sekaligus mendukung penjadwalan yang lebih efisien, durasi laga yang lebih konsisten, serta memberikan potensi manfaat bagi kesejahteraan dan pemulihan pemain," pungkasnya.