"Puji Tuhan, tadi bermain sangat lancar, tidak ada cedera. Saya rasa permainan kami bisa dibilang cukup all out," tanggap Joaquin melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Joaquin mengakui, di gim pembuka mereka banyak kehilangan poin akibat kerap melakukan kesalahan sendiri. Meski permainan berjalan cepat dan intens, ia menilai ketenangan dalam menghadapi reli-reli panjang masih menjadi pekerjaan rumah bagi mereka. "Di gim kedua mencoba mengganti plan dengan cara lebih bermain agresif dan ya puji Tuhan bisa ambil," katanya.
"Di gim ketiga memang sudah kejar-kejaran, sempat ketinggalan. Tapi kami lebih yakinin satu sama lain aja bahwa kami, tuh, bisa," Joaquin, menjelaskan.
"Di akhir gim ketiga lebih konsentrasi lagi saja soalnya poin kritis itu paling penting, fokus satu poin-satu poin," Raymond, menimpali komentar partnernya.
Raymond juga mengungkapkan, laga tersebut menjadi penampilan perdananya di kategori beregu setelah terakhir kali tampil pada World Junior Championships 2022. Ia mengakui suasana pertandingan terasa berbeda, terlebih karena belum sempat menjajal kondisi lapangan setelah tiba dari Thailand, sehingga sempat merasa canggung pada laga pertamanya.
Pada kesempatan tersebut Joaquin juga mengakui munculnya tekanan di gim penentuan. Namun, pengalamannya sebelumnya di pertandingan beregu membuatnya mampu mengelola kondisi tersebut dengan lebih tenang. "Jadi seperti flashback bagaimana untuk bisa lebih tenang, berusaha untuk menyumbang poin," katanya.
Pada laga pembuka, tunggal pertama Moh. Zaki Ubaidillah, gagal menyumbang poin. Ia kalah dua gim langsung 16-21, 19-21 dari Justin Hoh. Pada partai kedua, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana juga mengalami kekalahan. Pasangan juara Thailand Masters 2026 itu kalah dari Junaidi Arif/Roy King Yap dengan skor akhir 13-21, 21-12, 13-21 dalam tempo 50 menit.
Indonesia baru meraih poin pertama melalui tunggal kedua Prahdiska Bagas Shujiwo yang menang rubber game 21-12, 14-21, 21-15 atas Eogene Ewe dalam tempo 63 menit.


