Paruh pertama gim pertama berlangsung sengit, dengan kedua pasangan saling berkejaran angka dan selisih poin tak pernah lebih dari tiga angka. Keunggulan signifikan baru tercipta saat interval ketika Ting/Lam memimpin 11-7 dalam tempo tujuh menit. "Di gim pertama itu kami seperti terlalu berpikir mainnya, sudah mempersiapkan pola apa yang mau dimainkan, tapi malah kagok-kagok sendiri," kata Ana melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Usai interval, duel kembali berlangsung ketat hingga kedudukan imbang 13-13. Namun, Ana/Trias mampu keluar dari tekanan dan mengambil alih kendali permainan. Empat poin beruntun yang mereka raih menjadi momentum penentu untuk menjauh dengan keunggulan 20-15 sekaligus mengamankan lima game point. Mereka akhirnya mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-15 dalam tempo 20 menit.
Memasuki gim kedua, Ting/Lam langsung tampil agresif dengan merebut tiga poin beruntun. Namun, Ana/Trias mampu meredam tekanan tersebut dan perlahan menyamakan kedudukan hingga skor kembali imbang 7-7. Mereka kemudian berbalik memimpin 11-9 saat interval.
Usai jeda, duel kembali berjalan ketat hingga skor imbang 13-13. Ana/Trias lalu menjauh dan unggul 19-16, serta mengamankan match point pada kedudukan 20-15. Meski Ting/Lam mampu mencatatkan tiga poin beruntun, Ana/Trias tetap dapat menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19. "Lawan juga gerakannya grasa-grusu dan itu membuat kami terbawa. Di akhir gim coba lebih mengatur tempo, tidak mau lagi masuk ke dalam pola mereka," kata Trias.
Sementara itu, Ana mengungkapkan, pada Indonesia Masters 2026 beberapa pekan lalu, mereka juga berhadapan dengan Yeung Nga Ting. Namun, saat itu ia tampil dengan pasangan berbeda, yaitu Lui Lok Lok. "Kami menang cukup sulit dengan rubber game waktu itu jadi hari ini ketika dia kembali ke pasangan aslinya (Yeung Pui Lam), kami sudah lebih mempersiapkan. Cara mainnya sudah lebih tahu," ujarnya.
Di sisi lain, Ana menegaskan, dipercaya tampil sebagai ganda pertama maupun kedua tidak menghadirkan perbedaan berarti. Baginya, yang terpenting adalah selalu memberikan performa terbaik setiap kali mendapat kepercayaan untuk membela "Merah Putih". "Tim ini memang diisi dengan pemain-pemain yang baru naik ke atas, tapi kami yakin semua mempunyai kualitas yang sangat bagus. Pertandingan beregu berbeda dengan perorangan, vibes-nya bisa membuat semua terjadi di lapangan," pungkasnya.


