"Alhamdulillah senang bisa revans, di pertemuan terakhir walaupun kalah kami bisa mengimbangi. Jadi kami menjadikan laga tersebut sebagai pelajaran untuk permainan hari ini," kata Tiwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sejak awal gim pertama, kedua pasangan langsung terlibat dalam reli-reli panjang. Namun, Tiwi/Fadia mampu mengimbangi permainan tersebut dan menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-9. Adu ketahanan reli kembali berlanjut pada paruh kedua, tetapi Tiwi/Fadia tetap mampu keluar dari tekanan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17 dalam tempo 26 menit.
Awal gim kedua berlangsung tak jauh berbeda dengan gim pertama, dengan reli-reli panjang kembali mewarnai pertandingan. Tiwi/Fadia mampu mengimbangi permainan Baek/Lee dan mempertahankan keunggulan 11-8 saat interval.
Selepas jeda, Baek/Lee bangkit dan menyamakan kedudukan 11-11. Namun, setelah itu, Tiwi/Fadia mengambil alih kendali permainan. Mereka mengantongi enam match point lalu menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16, sekaligus memastikan tiket ke perempat final. "Untuk pola permainan, meskipun kami mengikuti pola main lawan tetapi kami tidak terlalu santai dan terburu-buru untuk membunuh," Tiwi, menjelaskan.
Sementara itu, Fadia menyatakan, pada pertemuan sebelumnya di Piala Sudirman 2025, ia dan Tiwi masih tergolong pasangan baru, sehingga belum sepenuhnya memahami pola permainan maupun kebutuhan di lapangan. "Hari ini kami lebih tahu kebutuhan kami berdua, jadi sudah tahu mau bermain pola apa," tuturnya.
"Untuk hari ini melawan Baek Ha Na/Lee So Hee sudah sesuai dengan pola yang kami dan pelatih harapkan," Fadia, menambahkan.
Ia juga menegaskan, target yang dipasang masih bertahap, mengingat mereka belum banyak menghadapi pasangan-pasangan level atas sejak berpartner pada Januari lalu. "Jadi kami mau mengukur kemampuan kami dan kalau bisa, kami mau bersaing secepatnya," pungkasnya.


