Rachel/Febi mendapat perlawanan sengit dari Chang/Yang sejak awal gim pertama. Setelah skor imbang 5-5, Chang/Yang berbalik unggul dan terus memimpin hingga interval 11-8 dalam tempo delapan menit.
Memasuki paruh kedua, duel berlangsung semakin ketat dengan reli-reli panjang yang mewarnai pertandingan. Kedua pasangan saling kejar poin, dengan skor imbang terjadi berulang kali pada 11-11, 12-12, 14-14, 15-15, 18-18, hingga 19-19. Namun, Chang/Yang tampil lebih tenang di momen krusial untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.
Duel ketat kembali tersaji pada awal gim kedua, tetapi Rachel/Febi mampu mengambil alih kendali permainan dan memimpin 11-8 saat interval. Dominasi duo "Merah Putih" berlanjut selepas jeda, dengan terus menekan lawan hingga menjauh dalam perolehan poin. Mereka memiliki 11 game point dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga usai memenangi gim kedua 21-9.
Pada awal gim penentuan, Chang/Yang tampil gigih dengan pertahanan solid dan mencatatkan lima poin beruntun untuk unggul 10-8, tetapi Rachel/Febi bangkit dan berbalik memimpin 11-10 saat interval. Memasuki paruh kedua, reli panjang kembali mewarnai pertandingan, dan setelah skor imbang 14-14, Rachel/Febi justru semakin mendominasi dengan torehan enam poin beruntun. Mereka mengamankan enam match point dan menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-14.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar, tanpa cedera hari ini. Di gim pertama kami masih baca situasi dan belum menemukan ritme mainnya bagaimana. Di gim kedua dan ketiga kami sudah mulai enak dan bisa lebih tenang," tanggap Febi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Mereka pasangan senior yang banyak pengalaman dan kami juga cukup sulit mematikan. Shuttlecock yang cukup lambat juga membuat permainan tadi jadi banyak reli," tambah Rachel.
Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk tampil lebih maksimal di BAC 2026 dibandingkan saat menjalani rangkaian tur Eropa sebelumnya. "Kami mau belajar dari kesalahan," pungkasnya.


