BAC 2026 - Rachel/Febi Gagal Bendung Yuki/Mayu

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Humas PP PBSI)
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, gagal mencapai babak empat besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah kalah dari Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto asal Jepang, dalam laga perempat final, Jumat (10/4). Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, pasangan berperingkat ke-22 dunia itu kalah dua gim 11-21, 16-21 dalam durasi 43 menit.

"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera apa pun. Pertandingan hari ini jadi pelajaran baru buat saya pribadi. Ini pertemuan pertama kami, lawan sulit dimatikan dan banyak variasi serangannya," tutur Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Fukushima/Matsumoto menunjukkan dominasi sejak awal gim pertama dengan mengontrol perolehan poin dalam pertandingan yang berlangsung dalam ritme relatif lambat dan diwarnai reli-reli panjang. Pasangan unggulan ketiga tersebut memimpin 11-5 saat interval hanya dalam tempo delapan menit.

Hampir serupa dengan paruh pertama gim pertama, Rachel/Febi kembali kesulitan menembus pertahanan solid Fukushima/Matsumoto. Mayoritas poin yang diraih mereka berasal dari kesalahan duo "Negeri Sakura". Sementara itu, Fukushima tampil dominan dari belakang lapangan, sementara cegatan Matsumoto di depan net kerap menyulitkan Rachel/Febi. Dalam tempo 18 menit, Fukushima/Matsumoto mengunci kemenangan gim kedua 21-11.

Pada awal gim kedua, Rachel/Febi sempat memimpin 6-3. Namun, Fukushima/Matsumoto bangkit dan menyamakan kedudukan 6-6 setelah memanfaatkan dua kesalahan pengembalian Rachel yang menyangkut di net. Mereka kemudian memimpin 11-8 saat interval dan terus memperlebar jarak hingga keunggulan terbesarnya pada skor 15-10.

Upaya Rachel/Febi menjelang pengujung gim kedua hanya mampu memangkas selisih hingga dua poin. Fukushima/Matsumoto tetap mengendalikan permainan, mengantongi lima match point, dan menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16, setelah dropshot Fukushima pada poin terakhir tak mampu dijangkau Rachel/Febi. 

Rachel mengungkapkan, meski sempat unggul pada gim kedua, mereka justru kehilangan kendali permainan setelah bermain terburu-buru. Ia menilai, fokus mereka terpecah sehingga strategi yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai rencana, serta mengakui adanya rasa ragu yang seharusnya tidak perlu muncul di lapangan. "Banyak yang harus di evaluasi, khususnya ketenangan. Karena lawan pemain top itu butuh berani dan kadang masih ada takut-takutnya," katanya.

"Serangan lawan cukup kencang dan bola dropshot-nya menyulitkan serta untuk mematikan mereka juga tidak mudah. Hari ini kami mainnya tidak setenang kemarin," demikian Febi.