"Alhamdulillah pertandingan hari ini lancar, tidak ada cedera. Secara keseluruhan tidak ada masalah, mainnya cukup enak, hanya memang di gim kedua agak lengah," ujar Jafar kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China tersebut.
"Sempat kendur dan speed-nya terlalu santai. Sudah unggul 8-4 jadi tersusul dan akhirnya panik sendiri. Kayak mau balikin temponya lagi, malah gerakannya yang buru-buru jadi beberapa kali miskom (miskomunikasi) sama Felish," Jafar, menambahkan.
Setelah Chan/Ng merebut gim kedua dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Jafar/Felisha langsung berupaya mengambil alih kendali permainan sejak awal gim penentu. Meski sempat terlibat dalam sejumlah reli panjang, duo "Merah Putih" mampu menciptakan keunggulan dengan meraih lima poin beruntun pada paruh pertama gim ketiga dan memimpin 11-5 saat interval.
Seusai jeda, Chan/Ng sempat memperkecil ketertinggalan lewat dua poin berturut-turut. Namun, Jafar/Felisha dapat meredam momentum tersebut dan terus menekan hingga mengamankan enam match point. Mereka akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-14.
"Kami masih harus meningkatkan konsistensi di permainan, jaga temponya. Kadang tempo kami tidak berubah, tapi lawan yang berubah. Itu yang harus kami bisa cepat sesuaikan," ujar Felisha.
Pada edisi 2025, Jafar/Felisha mampu menembus babak empat besar, tetapi langkah mereka terhenti oleh pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Felisha mengakui adanya harapan pun juga tekanan untuk bisa kembali mencapai hasil serupa pada edisi tahun ini. "Tekanan pasti ada karena tahun lalu hasil kami cukup baik di sini. Tantangannya pasti bagaimana bisa mengulang kembali hasil itu," pungkasnya.
Di babak 16 besar, Jafar/Felisha akan bertemu dengan pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Ha Jeong Jang


