All England 2026 - Leo/Bagas Angkat Koper Lebih Dini

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Humas PP PBSI)
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, langsung tersingkir di babak pertama turnamen bulu tangkis All England 2026, Selasa (3/8). Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, pasangan runner-up All England 2025 itu kalah dua gim langsung 13-21, 19-21 dari wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, dalam tempo 33 menit.

Pada awal gim pertama, Lee/Yang tampil agresif dengan langsung menekan lewat permainan ofensif dan meraih tiga poin berturut-turut. Mereka menguasai jalannya pertandingan pada paruh pertama gim pertama ini, memimpin 7-4 lalu tetap mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-6 hanya dalam waktu lima menit.

Selepas interval, dominasi Lee/Yang kian tak terbendung hingga memperlebar jarak keunggulan menjadi 16-8. Leo/Bagas berupaya menahan laju lawan, tetapi selisih poin yang sudah terlampau jauh membuat mereka kesulitan mengejar. Lee/Yang bahkan mengantongi tujuh game point saat kedudukan 20-13, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-13.

"Di gim awal, kami kalah start-nya. Mereka juga langsung grebek-grebek jadi kayak sudah 'in' duluan. Kami sebenarnya sudah mempersiapkan pola permainan kami, tapi tiga turnamen yang kami pernah bertemu, mereka tidak seaktif ini dan tidak se-powerful ini. Mereka juga sudah tahu harus bermain apa hari ini," jelas Leo melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Memasuki gim kedua, Lee/Yang dan Leo/Bagas terlibat duel ketat dengan selisih poin tak pernah lebih dari dua poin hingga kedudukan 6-4 untuk keunggulan Lee/Yang. Perlahan, Lee/Yang mampu keluar dari tekanan dan menjaga ritme permainan, dan meraih keunggulan tipis 11-9 pada interval.

Usai rehat, momentum positif Lee/Yang terus berlanjut hingga membuka jarak cukup lebar pada kedudukan 19-13. Leo/Bagas mampu bangkit dan menekan dengan memperkecil selisih menjadi hanya satu poin. Namun, Lee/Yang mampu meraih satu angka krusial untuk mengamankan satu match point, lalu mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-19.

"Di gim kedua kami bisa dapat banyak poin, mereka juga banyak kesalahan sendiri. Tapi di beberapa momen itu ada saja sih bolanya kayak tiba-tiba kena yang sebenarnya harusnya mati. Kami sudah mempelajari permainan mereka lewat video tapi ternyata tadi sangat berbeda di lapangan," papar Bagas.

Pada kesempatan tersebut Leo juga menyatakan, mereka tidak merasakan tekanan meski pada edisi sebelumnya berhasil melangkah hingga final. Menurutnya, capaian tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik dan meningkatkan performa pada turnamen kali ini. "Kami terima hasil ini, ke depan masih ada banyak turnamen dan harus lebih giat lagi berlatih dan tetap fokus," pungkasnya.