All England 2026 - Ketika Ganda Putra Jadi Andalan, Bagaimana Sektor Lain?

Muhammad Shohibul Fikri, Fajar Alfian, Nikolaus Joaquin, & Raymond Indra (Djarum Badminton)
Muhammad Shohibul Fikri, Fajar Alfian, Nikolaus Joaquin, & Raymond Indra (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda putra konsisten menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen bulu tangkis Tur Dunia BWF. Beberapa pasangan pelatnas bahkan mampu menembus podium tertinggi pada turnamen level Super 300 hingga Super 1000. Lantas, bagaimana dengan empat sektor lainnya?

"Kalau kita melihat dari dari kualitas dan kapasitas atlet kita, yang kita bisa mengharapkan lebih banyak adalah di ganda putra. Tapi untuk sektor lain, kita mau melihat itu, apakah sudah ada progres peningkatan dalam menuju ke Olimpiade," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (23/2) pagi.

Menurutnya, empat sektor tersebut, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, perlu segera menunjukkan peningkatan performa dengan mengubah peluang menjadi gelar juara. "Kita melihatnya itu adalah bagaimana peningkatan empat sektor ini dalam menuju ke (Olimpiade Los Angeles) 2028. Kita berharap, kan, dari yang tadinya empat sektor masuknya quarter final, mulai sudah bisa berbicara untuk di level tinggi," ujarnya.

Salah satu ajang penting yang harus dimanfaatkan oleh para pemain bulu tangkis "Merah Putih" adalah All England 2026 yang digelar di Birmingham, Inggris, 3–8 Maret. Eng Hian menilai, capaian pada turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut, dapat menjadi indikator awal peluang Indonesia dalam perburuan medali Olimpiade.

Namun, All England bukan satu-satunya tolok ukur bagi induk organisasi bulu tangkis Tanah Air tersebut. Ia menegaskan, secara umum para pemain yang berada di peringkat atas juga memiliki prioritas untuk memenuhi target tertentu di turnamen level tinggi lainnya. "Tentunya pelatih akan membuat program yang kita harapkan performanya di turnamen-turnamen yang menjadi sasaran utama," demikian Eng Hian.