All England 2026 - Jafar/Felisha Kendalikan Ekspektasi

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Djarum Badminton)
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, membidik target awal menembus babak empat besar All England 2026. Mereka menilai, persiapan telah mencapai sekitar 95 persen jelang turnamen yang berlangsung pada 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris itu. Meski demikian, keduanya sepikiran untuk tidak terbebani ekspektasi tinggi dan memilih fokus pada performa terbaik di setiap pertandingan.

"Untuk persiapan menuju All England dan rangkaian tur Eropa lainnya, kalau bicara persentase, saya sendiri sudah yakin di 90 sampai 95 persen," kata Felisha kepada wartawan di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.

Sisa persiapan, lanjutnya, akan dimaksimalkan selama beberapa hari berada di Inggris, dengan fokus menyesuaikan diri terhadap kondisi setempat. Ia juga berharap, dalam kurun waktu sekitar sepekan sebelum turnamen dimulai, proses adaptasi tersebut dapat menyempurnakan kesiapan mereka.

Senada dengan Felisha, Jafar juga menilai persiapannya telah mencapai sekitar 90 persen. Ia menyatakan menjalani program latihan lebih lama dibanding Felisha yang sempat menepi karena pemulihan cedera tangan, sehingga merasa kondisi dan kesiapan fisiknya relatif lebih matang.

Pada kesempatan tersebut Felisha juga menyatakan, meski persiapan telah dijalani dengan maksimal sebelum bertolak ke Inggris, ia dan Jafar sepakat untuk tidak membebani diri dengan ekspektasi tinggi. "Kalau ekspektasi nggak ada. Cuma kalau harapan dan target, pastinya ada," katanya.

"Kita semua udah tahu bahwa ini turnamen tertua, turnamen yang sakral, atau apapun itu. Cuma jangan terlalu difokusin ke situnya, kita lebih fokus ke match by match," Felisha, menambahkan.

Ketika ditanya mengenai harapannya pada debut mereka di All England, Felisha menyatakan, "Harapannya, kalau bicara paling bawah, minimal, sih, di semifinal."

"Sama, minimal semi juga. Tapi fokus ke satu-satu, aja sih. Match by match aja," Jafar, menimpali komentar partnernya.

Menjelang keberangkatan ke Inggris, Jafar maupun Felisha mengaku belum merasakan kegugupan menghadapi turnamen prestisius tersebut. Menurut Jafar, rasa tegang biasanya baru muncul ketika mereka sudah tiba di kota tujuan dan atmosfer pertandingan mulai terasa. "Pas udah di sana, sih, biasanya nervous-nya," ungkapnya.

"Di sini belum terasa, apalagi drawing belum keluar," demikian Felisha.