All England 2026 - Hasil Ana/Trias Belum Sesuai Harapan

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Humas PP PBSI)
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Babak delapan besar menjadi pencapaian terbaik ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, pada All England 2026. Langkah mereka terhenti setelah gagal meredam permainan pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dalam pertandingan berdurasi 43 menit di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Jumat (6/3), dengan skor 9-21, 18-21.

"Alhamdulillah bisa menyelesaikan permainan meskipun hasilnya bukan yang kami harapkan. Bersyukur bisa beres dengan keadaan sehat," kata Ana, sapaan Febriana, kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Perolehan poin pada awal gim pertama berlangsung ketat hingga kedudukan imbang 3-3. Setelah itu, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan mencetak tiga poin beruntun, memperlebar jarak keunggulan, dan memimpin 11-5 saat interval dalam tempo delapan menit. Dominasi pasangan unggulan kedua tersebut berlanjut selepas jeda hingga mereka mengantongi 12 game point, lalu mengunci kemenangan gim pembuka dengan skor 21-9.

"Dari gim pertama itu memang dari lawan langsung menyerang, kami sebenarnya sudah ada pola yang disiapkan tapi memang kadang-kadang bola-bola yang pengembaliannya itu kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya hari ini mereka mempercepat tempo permainan," ujar Ana.

Ana/Trias memulai gim kedua dengan baik dan memimpin perolehan poin hingga unggul 11-9 pada interval. Memasuki paruh kedua gim, duel ketat pun tersaji dengan skor imbang terjadi beberapa kali hingga kedudukan 16-16, yang disamakan Pearly/Thinaah setelah reli panjang sebanyak 61 pukulan. Pasangan negeri jiran itu mampu keluar dari tekanan, meraih enam match point, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.

"Di gim kedua kami sempat unggul, tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati mainnya. Kalah berani dengan mereka," tanggap Trias. 

Ana berpendapat, pertemuan keenam dengan Pearly/Thinaah memberikan banyak pelajaran berharga yang dapat mereka ambil, untuk meningkatkan performa pada turnamen-turnamen berikutnya. "Kami jadikan pelajaran ke depan dan menjadikan pengalaman untuk terus bisa berproses lebih," pungkasnya.