"Puji Tuhan tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera apapun. Hari ini kami kesulitan meredam variasi dan tenaga lawan yang bagus banget," kata Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai laga yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris tersebut.
"Kami harus lebih disiapkan lagi posisi defend-nya dan serangannya. Mereka tidak gampang mati bahkan di pertandingan tadi jarang sekali kami bisa benar-benar untuk mematikan bolanya," jelasnya.
Kedua pasangan langsung terlibat dalam sejumlah permainan reli panjang sejak awal gim pertama. Perebutan angka berlangsung ketat hingga mendekati interval, tetapi Jia/Zhang mampu menjaga konsistensi untuk mengamankan keunggulan tipis 11-10 saat jeda.
Selepas interval, pasangan unggulan ketiga itu semakin mendominasi permainan. Mereka memanfaatkan sejumlah kesalahan Febi dalam menambah perolehan poin. Beberapa pengembaliannya menyangkut di net atau melebar keluar lapangan. Setelah mengantongi lima game point, Jia/Zhang menutup gim pertama dengan kemenangan 21-15.
"Setelah memulai dengan cukup baik sampai pertengahan gim pertama, kami melakukan kesalahan secara beruntun dan mereka juga terus mempercepat serangan yang sangat menyulitkan," kata Febi.
Awal gim kedua berlangsung hampir serupa dengan gim pembuka. Duel ketat kembali tersaji dan skor imbang tercipta pada kedudukan 2-2 serta 3-3. Jia/Zhang kemudian mampu memecah kebuntuan dengan merebut dua poin beruntun, memperlebar jarak, dan memimpin 11-7 saat interval.
Seusai jeda, Jia/Zhang tetap menjaga intensitas permainan menyerang, sementara Rachel/Febi kesulitan keluar dari tekanan. Pasangan "Negeri Tirai Bambu" itu semakin dominan di fase akhir dengan mengamankan enam match point, lalu memastikan kemenangan setelah menutup gim kedua dengan skor 21-17.
Rachel mengaku memetik banyak pelajaran dari pertandingan pembuka turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut, termasuk dari performa Jia/Zhang yang dinilainya sebagai salah satu ganda putri terbaik saat ini. Ia menambahkan, variasi pukulan lawan, baik saat menyerang maupun bertahan, menjadi contoh berharga untuk pengembangan permainan mereka ke depan. "Di awal karena ini All England pertama, saya cukup merasakan nervous tapi pengin coba buat pengalaman pertama ingin berusaha sebisa mungkin agar memberi kesan yang baik," pungkasnya.


