Igarashi/Takahashi menguasai jalannya pertandingan, sehingga Ana/Trias tak dapat mengeluarkan permainan mereka dan terus tertinggal jauh. Ana/Trias juga banyak melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan pihak lawan. "Hari ini kami tampil kurang baik. Sebetulnya kami sudah siap dengan pola yang mau kami mainkan, tapi kami tidak bisa keluar dari tekanan," kata Ana melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Kami terlalu terbawa permainan lawan," Trias, menambahkan.
Ana juga menyatakan, pola main lawan mirip dengan pola main sektor ganda campuran karena Igarashi merupakan mantan pemain ganda campuran yang pernah berpasangan dengan Yuta Watanabe. "Dia (Igarashi), kan, pernah main ganda campuran, jadi mereka memang mainnya menyerang terus dan pola ini memaksa kami untuk bermain no lob, seharusnya kami tidak terbawa pola seperti ini," tutur Ana, yang bersama Trias menjadi finalis Australian Open 2025.
Ana/Trias bakal mengevaluasi penampilan mereka bersama para pelatih, Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari. "Ketenangan di lapangan harus diperbaiki lagi, sama defense-nya juga harus lebih rapat," kata Trias.
Ana/Trias merupakan salah satu kombinasi pasangan baru, hasil perombakan oleh coach Karel. Sebelumya, Ana berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, sedangkan Trias bersama Rachel Alessya Rose. "Kami mencoba profesional saja, sebagai pemain ganda, bertukar pasangan itu biasa terjadi. Jadi kami fokus ke masing-masing individu saja, fokus sama pasangan main kami saat itu," demikian Ana.



