Meski demikian, pebulu tangkis muda asal Champion Klaten itu masih memburu gelar juara perdananya, setelah pada final sebelumnya harus mengakui keunggulan Azka Luthfi Mahardika dari Mutiara Cardinal Bandung. Menariknya, di Samarinda, Zayn kembali berhadapan dengan Azka dalam duel ulangan partai final Palu.
Azka melaju ke final berkat kemenangan atas tunggal putra favorit tuan rumah, Muhammad Alwi Abdillah, asal Magic Buser. Ia menang dua gim langsung 24-22, 21-18. "Bersyukur bisa menang. Tapi tadi gim pertama agak tegang. Makanya skornya ketat," tuturnya kepada Djarum Badminton.
Di sisi lain, ramainya dukungan yang mengalir kepada lawannya membuat Zayn merasakan tekanan sepanjang pertandingan. Namun, setelah memenangi gim pertama yang berlangsung ketat, ia mulai menemukan ritme permainan yang diinginkan. Zayn juga mengaku terbantu oleh arahan pelatih yang terus memberikan instruksi dan motivasi dari kursi pelatih sehingga mampu menjaga fokus hingga mengamankan kemenangan. "Pokoknya tegang, tapi senang bisa menang," katanya.
"Nanti di final saya juga mau menang," Zayn, menambahkan.
Zayn menegaskan,, targetnya pada final HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 adalah meraih gelar juara. Ia berharap dapat membalas kekalahan dari Azka dalam partai puncak yang berlangsung pada Sabtu (23/5) di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda tersebut.



