Pada HYDROPLUS Sirnas B Sulawesi Tengah 2026 di Palu beberapa pekan lalu, Mikha harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari rekan satu klubnya, Hafizah Hasanah Zahra, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-15, 16-21. Kini, kesempatan kembali terbuka bagi pemain asal Tulungagung itu untuk naik ke podium tertinggi saat menghadapi sesama wakil PB Djarum, Nafla Berly Syakira Al Habsy, dalam perebutan gelar juara di Samarinda.
"Saya berharap bisa juara, sih. Soalnya di Palu saya kalah sama teman sendiri, padahal dia nggak pernah menang sama saya. Jadi saya punya keinginan untuk bisa juara di Samarinda," ujarnya kepada Djarum Badminton.
"Untuk persiapan, yang penting bagi saya adalah meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu," Mikha, menambahkan.
Mikha meraih tiket ke final setelah mengalahkan wakil Exist Badminton Club, Maharani Faizah Iskandar, melalui dua gim langsung 21-13, 21-13. Ia mengaku sempat merasakan gugup pada awal gim pertama. Perasaan tersebut muncul setelah melihat rekan satu timnya mengalami kekalahan dengan selisih poin yang cukup jauh pada pertandingan perempat final. Namun, seiring berjalannya laga, Mikha mampu mengatasi ketegangan tersebut dan menemukan ritme permainannya.
"Memangn awal gim pertama itu grogi.Ada rasa takut nggak bisa masuk final. Tapi pas masuk gim kedua, saya bisa mengatasi rasa grogi itu, dari pelatih juga terus meyakinkan saya. Jadi saya berusaha yakin sampai akhir pertandingan," jelasnya.
Sementara itu, lawannya di partai final kompetisi berskala nasional tersebut, Nafla Berly Syakira Al Habsy, memastikan tiket ke laga puncak setelah menaklukkan rekan satu klubnya dari PB Djarum, Laura Leydisya, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-15, 21-17.



