Gelar pertama Fauzan diraih dari nomor Tunggal Anak Putra usai menundukkan Muhammad Saepul Jalaludin dari Exist Badminton Club melalui rubber game 17-21, 21-17, 21-17. Meski berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan, Fauzan mengakui sempat kehilangan fokus pada awal gim pertama sehingga gagal mengembangkan permainan terbaiknya dan harus menyerahkan gim pembuka kepada lawan.
"Gim kedua saya bisa menang, karena saya mulai serang dari awal gim sampai poin terakhir. Pokoknya hanya fokus untuk menyerang," ungkapnya kepada Djarum Badminton.
Pada gim penentuan, Fauzan mengaku sempat merasakan ketegangan ketika Saepul mulai memperkecil ketertinggalan dan memberi tekanan dalam perolehan angka. Meski demikian, ia mampu menjaga fokus pada momen-momen krusial hingga akhirnya mengamankan kemenangan dan merebut gelar juara.
Ia juga mengakui sempat merasakan tekanan karena lawannya mendapat dukungan yang cukup besar dari rekan-rekan setim dan pendukung yang hadir di arena pertandingan. Meski demikian, ia berusaha tetap fokus pada permainan dan tidak terpengaruh oleh atmosfer di lapangan. Keberhasilan meraih gelar juara di Samarinda pun menjadi hasil yang membanggakan baginya setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan. "Ya, senang. Alhamdulillah," katanya.
Seusai memenagi partai puncak kategori Tunggal Anak Putra, Fauzan pun memenangi laga final kategori Ganda Anak Putra. Berpasangan dengan Muhammad Zahran Asyura asal Jaya Raya Hafana Academy, mereka menang atas wakil Perkasa Ardana Badminton Club, Raihan Farid 'Atha Mufida/Zhafran Almer Haq, melalui dua gim langsung 21-9, 21-11.



