Pertarungan sengit terjadi saat Khanza berupaya mengamankan tiket final keduanya di kategori Ganda Pemula Putri bersama Queeny Opsi Palamarta. Khanza/Queeny harus melalui pertandingan tiga gim sebelum menundukkan pasangan Jaya Raya Jakarta, Naomi Clarita Holy Go/Valerie Kirsten Mintje, dengan skor 21-17, 14-21, 21-19.
Hasil tersebut melengkapi kemenangan Khanza sebelumnya di kategori Ganda Pemula Campuran. Berpasangan dengan Satria Pinandita Yudistira, Khanza mengalahkan wakil Luluk Hadiyanto Badminton Club Jakarta Selatan, Milan Prodeus Gultom/Dinny Octalira Zendrato, melalui dua straight games 21-12, 21-19.
"Di gim pertama kita memilih untuk main safe, yang penting masuk saja dulu, tetapi di gim kedua justru kita sering bikin kesalahan sendiri. Kita diminta oleh pelatih untuk tetap konsisten," jelas Khanza kepada Djarum Badminton.
Bagi Satria, pencapaian menembus partai di kategori Ganda Pemula Campuran juga melanjutkan tren positif yang dibangunnya bersama pasangan berbeda pada sejumlah edisi HYDROPLUS Sirnas B, termasuk Piala Kapolri 2026. Sejalan dengan Khanza, ia pun bertekad melanjutkan langkah hingga podium tertinggi di Bengkulu.
Sementara itu, Khanza yang akan tampil rangkap pada dua laga final, Sabtu (22/8), menyadari perlu menjaga kondisi fisik dengan waktu pemulihan yang terbatas. "Jaga kondisi saja, saya stretching yang cukup. Juga jaga pola makan, minum vitamin," ujarnya.
Dengan dua peluang gelar yang dimiliki, Khanza pun memasang target untuk menutup HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 dengan pencapaian maksimal. "Targetnya double winner," pungkasnya.


