HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 - Telat Panas, Langsung Ketinggalan

Papan skor pertandingan pada HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Papan skor pertandingan pada HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Yogyakarta | Uji coba sistem skor baru 15x3 pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang berlangsung di POWR Hall Badminton, 8–13 September, mendapat beragam tanggapan dari para pemain. Format pertandingan dengan setiap gim dimainkan hingga 15 poin tersebut membuat sebagian pemain merasakan durasi pertandingan yang lebih singkat dibandingkan sistem skor 21.

Di sisi lain, sistem skor baru ini dinilai memberikan keuntungan bagi pemain yang turun di lebih dari satu nomor. Durasi pertandingan yang cenderung lebih singkat membuat mereka dapat menghemat tenaga dan memiliki waktu pemulihan lebih baik sebelum kembali bertanding pada nomor lainnya. Format 15x3 tersebut merupakan sistem skor yang akan diterapkan secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai Januari 2027.

Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai, yang turun di kategori Ganda Campuran Dewasa pada HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026, turut merasakan tantangan dari penerapan sistem skor baru tersebut. Menurut Dwiki, format 15x3 membuat setiap pemain harus menjaga konsentrasi sejak poin pertama karena kesempatan untuk melakukan kesalahan menjadi lebih sedikit. "Kita dari 0-0 harus sudah siap nggak bisa santai-santai," katanya kepada Djarum Badminton, di POWR Hall Badminton, DIY, Kamis (10/9).

"Harus lebih nekat sejak poin awal, harus berani mencoba, dan jangan salah buang bola," Elsa, menimpali komentar partnernya.

Di sisi lain, Elsa tak memungkiri dirinya sempat merasa canggung saat menjalani laga pembuka dengan sistem skor 15x3. Menghadapi pasangan seniornya saat masih di PB Djarum, Bobby Setiabudi/Gloria Emanuelle Widjaja, Elsa mengaku membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan format skor baru tersebut. Selain itu, format skor anyar ini terasa lebih cepat dijalani oleh setiap pemain. "Jelas ada (perbedaan). Lebih cepat, sih, durasinya," katanya. 

"Kagok sih pasti ada. Namun, sebelumnya, kan, kalau latihan juga sering poin 15. Cuma bedanya ini pertandingan aja, jadi fokusnya beda," Dwiki, menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Turnamen PP PBSI Wahyana mengatakan penerapan sistem skor 15x3 turut memangkas durasi pertandingan. Pada HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026, rata-rata pertandingan berlangsung sekitar 25–28 menit, lebih singkat dibandingkan format reli poin 21 yang umumnya mencapai 30–50 menit.

Menurut Wahyana, durasi pertandingan yang lebih singkat membuat beban fisik pemain menjadi lebih ringan. Kondisi tersebut memberikan keuntungan, terutama bagi atlet yang harus kembali bertanding dalam waktu relatif dekat karena memiliki kesempatan pemulihan yang lebih baik sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

Wahyana menilai penerapan sistem skor 15x3 juga menuntut pemain untuk dapat segera menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan. Menurutnya, atlet yang membutuhkan waktu lebih lama untuk panas harus melakukan persiapan lebih matang, sementara pemain yang mampu langsung tampil agresif perlu memanfaatkan momentum sejak poin-poin awal. Karena itu, uji coba dilakukan agar para atlet memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum sistem skor tersebut diberlakukan secara resmi pada Januari 2027.