HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 - Dwiki/Elsa Bikin Kejutan

Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Yogyakarta | Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai menciptakan kejutan pada babak pertama kategori Ganda Campuran Dewasa HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026. Pasangan "gado-gado" yang berasal dari Jaya Raya Jakarta dan Hevindo Balikpapan itu menyingkirkan pasangan unggulan asal PB Djarum, Bobby Setiabud/Gloria Emanuelle Widjaja, Kamis (10/9).

Bertanding di POWR Hall Badminton, DIY, Dwiki/Elsa harus kehilangan gim pertama sebelum bangkit dan membalikkan keadaan. Mereka mengamankan kemenangan melalui pertarungan tiga gim dengan skor 11-15, 15-13, 16-14. "Pertandingan tadi sulit banget. Nggak bisa salah buang bola. Salah buang bola sedikit saja, hilang poin," tutur Dwiki kepada Djarum Badminton.

Dwiki menyatakan sempat mendapat perawatan medis pada penghujung gim kedua setelah mengalami luka pada lutut. Beruntung, kondisi tersebut tidak mengganggu fokusnya. Setelah mendapat perawatan, Dwiki kembali ke lapangan dan mampu membantu pasangan tersebut merebut gim kedua sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentu.

Sementara itu, Elsa menilai kemenangan atas pasangan yang merupakan seniornya saat masih di PB Djarum, tidak diraih dengan mudah. Ia mengaku harus menjaga fokus sejak poin pertama dan terus berjuang tanpa memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan. Pasalnya, Bobby/Gloria merupakan pasangan berpengalaman yang telah banyak menjalani pertandingan di level nasional maupun persaingan elite dunia.

"Nggak boleh lengah, nggak boleh kalah sejak awal. Karena ini game 15 poin, lebih sedikit, jadi nggak boleh kalah start dari awal," jelasnya.

Sebagai pasangan beda klub, Dwiki/Elsa mengakui tidak memiliki banyak kesempatan untuk menjalani latihan bersama. Keduanya lebih sering berlatih di klub masing-masing dan baru membangun kekompakan ketika bertemu di lapangan pertandingan. Dengan sama-sama bermain di kategori Dewasa, mereka merasa lebih mudah menyesuaikan pola permainan dan strategi yang akan diterapkan.

Mengenai target, Dwiki memilih untuk tidak memasang target terlalu jauh dan ingin fokus menjalani pertandingan demi pertandingan. Sementara itu, Elsa berharap mereka setidaknya mampu menembus babak empat besar. Menurutnya, target tersebut cukup realistis mengingat persaingan pada kategori Ganda Campuran Dewasa tidak mudah. "Karena kita, kan, minim persiapan bersama. Jadi hanya satu langkah per langkah saja fokusnya," demikian Elsa.