HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 - Beda Klub, Kleopas/Meisa Tetap Kompak

Kleopas Binar Putra Prakoso/Meisa Rizka Fitria (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Kleopas Binar Putra Prakoso/Meisa Rizka Fitria (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Yogyakarta | Ganda campuran Pelatprov PBSI Jawa Timur/Jaya Raya Jakarta, Kleopas Binar Putra Prakoso/Meisa Rizka Fitria, melaju ke babak delapan besar HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026. Tiket tersebut mereka amankan setelah menundukkan pasangan Exist Badminton Club/Teratai, Renaldi Samosir/Masita Mahmudin, pada babak 16 besar di POWR Hall Badminton, Kamis (10/9).

Duel dua pasangan dengan kombinasi klub berbeda itu berlangsung ketat. Kleopas/Meisa akhirnya keluar sebagai pemenang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 12-15, 15-10, 15-13. "Pertandingan berjalan cukup baik, sih. Kami bisa tahan mereka juga," kata Kleopas kepada Djarum Badminton.

"Kita sudah pernah bertemu di seri Jakarta yang lalu, jadi kami saling mengingatkan satu sama lain saja, komunikasi terus di pertandingan," tambahnya.

Sementara itu, Meisa menungkapkan, perbedaan klub membuat dirinya dan Kleopas tidak memiliki banyak kesempatan untuk berlatih bersama. Keduanya lebih banyak menjalani latihan di klub masing-masing, kemudian menyatukan pola permainan dan strategi ketika bertanding. Kondisi tersebut membuat mereka harus lebih siap dalam mengantisipasi setiap situasi dan menjaga kekompakan di lapangan.

Terkait penerapan sistem skor 15x3, Meisa mengatakan dirinya dan Kleopas berupaya membangun komunikasi dan saling mengingatkan selama pertandingan. Keduanya juga telah melakukan penyesuaian dalam latihan dengan memperbanyak simulasi permainan berbasis 15 poin agar lebih terbiasa dengan format skor baru tersebut. "Lebih dibiasakan. Soalnya, kan, kita nggak bisa lengah sedikit pun kalau game 15," ujarnya.

Bagi Kleopas dan Meisa, penerapan sistem skor 15x3 memiliki kelebihan dan kekurangan. Kleopas menilai, format baru tersebut memberikan waktu istirahat yang lebih panjang bagi pemain ganda dibandingkan sistem skor 21, terutama ketika pertandingan berlangsung ketat dan membutuhkan waktu lebih lama.

Menurutnya, sistem skor sebelumnya dapat membuat durasi pertandingan lebih panjang, khususnya ketika terjadi kejar-mengejar poin hingga memasuki fase akhir gim. Kondisi tersebut membuat pemain membutuhkan energi dan waktu pemulihan yang lebih besar sebelum melanjutkan pertandingan. "Kalau 15 lebih singkat," katanya.

Hampir senada dengan Kleopas, Meisa menilai sistem skor 15x3 cukup menguntungkan bagi pemain ganda karena dapat membantu menghemat tenaga selama pertandingan. Dengan gim yang dimainkan hingga 15 poin, mereka merasa memiliki kesempatan lebih baik untuk menjaga kondisi fisik dan mempertahankan fokus hingga pertandingan berakhir.