Pelatnas PBSI Turunkan Pemain Pelapis untuk India Open dan Spain Masters

Selebrasi kemenangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia). (Foto: PP PBSI)
Selebrasi kemenangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia). (Foto: PP PBSI)
Nasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Selain ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tengah berusaha mengamankan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020, Pelatnas PBSI dikabarkan hanya menurunkan pemain pelapis ke turnamen India Open 2021 BWF World Tour Super 500 (11-16 Mei) dan Spain Masters 2021 BWF World Tour Super 300 (18-23 Mei) mendatang.

Untuk turnamen India Open 2021 BWF World Tour Super 500, Pelatnas PBSI bahkan hanya mengirim skuat minimalis. Pemain yang didaftarkan ke turnamen tersebut hanya datang dari dua sektor. Yaitu ganda putra dan ganda campuran. Ganda putra akan diwakili pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani. Sementara ganda campuran diperkuat Hafiz/Gloria dan Adnan Maulana/Mychelle Chyrstine Bandaso.

Kepala Pelatih Ganda Putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengatakan, Pelatnas PBSI memang sengaja menurunkan pemain pelapis untuk India Open 2021 BWF World Tour Super 500 dan Spain Masters 2021 BWF World Tour Super 300. Tujuannya agar mereka bisa memaksimalkan kesempatan. Bahkan PBSI tidak mematok target khusus untuk para pemain pelapis tersebut.

“Pemain pelapis lebih banyak fokusnya untuk melatih jam terbang dan menambah pengalaman mereka melawan pemain-pemain papan atas. Progresnya tidak bisa instan. Dilihat tahap per tahap,” kata Herry Iman Pierngadi mengutip dari Jawapos.com.

Sementara itu, para pemain utama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ataupun Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, rencananya akan langsung dipersiapkan untuk Malaysia Open 2021 BWF World Tour Super 750 (25-30 Mei) dan Singapore Open 2021 BWF World Tour Super 500 (1-6 Juni) mendatang.

Melalui beberapa pertimbangan, Herry menyebut bahwa dia lebih memilih menurunkan anak asuhnya itu ke dua turnamen tersebut, ketimbang harus mengirim mereka ke India Open 2021 maupun Spain Masters 2021. “Dari segi jarak dan waktu, Malaysia dan Singapura lebih dekat. Jadi, risikonya bisa lebih kecil. Untuk yang ke India, saya merencanakan hanya para pemain mudanya,” pungkasnya.